Workshop Garam di NTB Dorong Sertifikasi dan Peningkatan Kualitas Produksi Petambak dengan Menggandeng UTM

Lombok Barat, 22 Agustus 2024 – Dalam upaya mempercepat pembangunan sektor pergaraman nasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sentra ekonomi garam rakyat, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Grup Riset SainsTek Pergaraman Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar workshop produksi dan sertifikasi garam di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, pada 21-22 Agustus 2024, dihadiri oleh perwakilan petambak garam dari berbagai kabupaten sentra garam di NTB, termasuk Bima, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan kemampuan petambak garam lokal dapat meningkat, sejalan dengan upaya memenuhi kebutuhan garam nasional dan memperkuat usaha pergaraman dalam negeri.

Pada hari pertama, 21 Agustus 2024, kegiatan dimulai dengan pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) produksi garam yang disampaikan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Produksi Garam Nomor 34 Tahun 2017. DIKLAT ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik produksi garam yang efisien dan berkualitas, sehingga para petambak dapat memenuhi standar nasional dan meningkatkan daya saing produk garam lokal.

Hari kedua, 22 Agustus 2024, diisi dengan pelaksanaan sertifikasi bagi petambak garam. Sertifikasi ini mencakup asesmen kompetensi yang menguji pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja para petambak. Proses sertifikasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap petambak yang terlibat telah memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari segi produksi maupun dari segi kualitas produk garam yang dihasilkan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, dalam sambutannya, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari rencana aksi pemerintah untuk memperkuat sektor pergaraman nasional. “Peningkatan kompetensi dan sertifikasi petambak garam merupakan langkah strategis yang tidak hanya mendukung kesejahteraan petambak, tetapi juga memastikan bahwa garam yang dihasilkan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional,” ujar beliau.

Workshop ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, NTB diharapkan dapat menjadi salah satu sentra garam nasional yang berkualitas, sekaligus menjadi pelopor dalam implementasi standar produksi garam yang baik di Indonesia.

Leave a Reply