Buleleng, 28 Agustus 2024 – Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan sektor pergaraman nasional, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali bekerja sama dengan Grup Riset SainsTek Pergaraman Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan workshop produksi dan sertifikasi garam di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27-28 Agustus 2024, ini diikuti oleh perwakilan petambak garam dari kabupaten sentra garam di Bali, yaitu Karangasem dan Buleleng.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pergaraman, sejalan dengan rencana aksi yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas produksi garam lokal sehingga mampu memenuhi kebutuhan garam nasional dan memperkuat daya saing usaha pergaraman di dalam negeri.
Pada hari pertama, 27 Agustus 2024, kegiatan diisi dengan pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) produksi garam. Materi yang disampaikan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Produksi Garam Nomor 34 Tahun 2017. Peserta diberikan pemahaman mengenai teknik produksi yang sesuai dengan standar nasional, mulai dari proses pengolahan hingga manajemen kualitas, untuk memastikan bahwa garam yang dihasilkan memiliki mutu yang tinggi.
Hari kedua, 28 Agustus 2024, dilanjutkan dengan pelaksanaan sertifikasi bagi petambak garam. Sertifikasi ini melibatkan asesmen kompetensi yang mencakup evaluasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja para petambak. Melalui proses sertifikasi ini, diharapkan para petambak dapat meningkatkan profesionalisme dan mampu menghasilkan garam yang sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membangun kapasitas petambak garam di Bali. “Melalui DIKLAT dan sertifikasi ini, kami berharap dapat menciptakan petambak garam yang kompeten dan mampu berkontribusi lebih besar dalam memenuhi kebutuhan garam nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sentra-sentra garam,” ujar beliau.
Workshop ini juga menegaskan komitmen Bali dalam mendukung program pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sektor pergaraman. Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas produksi garam di Bali.
Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan sentra-sentra garam di Bali, khususnya di Karangasem dan Buleleng, dapat menjadi model pengembangan usaha pergaraman yang berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.






