UTM Resmikan Prodi Teknologi Pangan, Perkuat Dukungan terhadap Program MBG

Bangkalan — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi meluncurkan Program Studi Teknologi Pangan pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di Gedung Graha Utama lantai 10, Aula Syaikhona Muhammad Holil. Peresmian tersebut diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Seminar Nasional (Semnas) bertema “Teknologi Pangan Menuju Generasi Cerdas dengan Food Wisdom dan Food Intelligence”, yang menghadirkan akademisi, peneliti, perwakilan SPPG se Bangkalan, serta kepala sekolah SMA/SMK/MA sederajat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UTM dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi pangan, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dicanangkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Melalui program baru ini, UTM menegaskan komitmennya untuk menyediakan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi pengolahan pangan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nasional akan produk pangan aman, bergizi, dan berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UTM bersama Bupati Bangkalan yang dalam sambutannya menekankan bahwa peluncuran Program Studi Teknologi Pangan merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi pangan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga ahli pangan yang mampu mengembangkan produk pangan lokal bernilai tambah, terutama dalam mendukung keberhasilan Program MBG yang menargetkan pemenuhan gizi anak usia sekolah. “Kami ingin UTM menjadi pusat inovasi pangan yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan pangan sehat, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, coordinator Program Studi Teknologi Pangan UTM menyampaikan bahwa kurikulum yang disusun telah dirancang untuk menjawab tantangan masa depan industri pangan sekaligus relevan dengan kebutuhan nasional. Mahasiswa akan dibekali kompetensi dalam teknologi pengolahan, keamanan pangan, rekayasa proses, inovasi berbasis pangan lokal, serta kewirausahaan. “Kami ingin menghasilkan food technopreneur muda yang dapat mendukung hilirisasi pangan” jelasnya.

Pada sesi seminar nasional, para narasumber memaparkan beragam topik strategis, mulai dari gizi sebagai investasi masa depan oleh Prof. Annis Catur Adi, generasi cerdas dengan food intelligence dan food wisdom oleh Prof. Umi Purwandari, dan rantai pasok agroindustri oleh Dr. M. Fuad Fauzul Mu’tamar. Narasumber menekankan pemanfaatan bahan baku lokal sebagai alternatif pangan bergizi, hingga strategi penguatan rantai pasok pangan untuk program MBG. Para peserta juga mendapatkan wawasan tentang potensi pangan tradisional yang memiliki nilai gizi tinggi.

Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) yang hadir sebagai keynote speaker adalah Deputi Sistem dan Tata Kelola Dr. Ir. Tigor  Pangaribuan, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam riset serta pengembangan industri kecil-menengah yang nantinya menjadi pemasok program MBG. BGN menilai bahwa hadirnya Prodi Teknologi Pangan UTM merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat jejaring riset di tingkat regional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan model bahan pangan bergizi berbasis lokal.

Dengan resminya Program Studi Teknologi Pangan UTM, perguruan tinggi ini menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam solusi isu pangan dan gizi nasional. Melalui pendidikan, riset aplikatif, dan kemitraan strategis, UTM siap mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.

Leave a Reply