Bangkalan, 22 Oktober 2025 — Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Balai Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok ibu-ibu pelaku usaha kecil yang merupakan pengrajin kerupuk ikan, kerupuk terung, kerupuk siwil, serta berbagai jenis gorengan khas Madura.
Kegiatan pengabdian ini mengusung tema “Peningkatan Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital bagi UMKM Desa Junganyar”, dengan tujuan untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha lokal dalam mengelola keuangan usaha serta memperluas jangkauan pasar melalui strategi pemasaran berbasis digital.
Dalam kegiatan ini, tim dosen dan mahasiswa dari Prodi Agribisnis memberikan dua materi utama, yaitu literasi pengelolaan keuangan untuk UMKM dan strategi pemasaran digital. Melalui materi pertama, peserta diperkenalkan pada cara sederhana mencatat arus kas, menghitung keuntungan, serta mengelola modal usaha secara efektif. Pada sesi pemasaran digital, peserta dibimbing untuk memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp Business, Instagram, dan marketplace lokal guna memperluas jaringan penjualan dan meningkatkan daya saing produk.
Ketua tim pengabdian, Novi Diana Badrut Tamami, SP., MP. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pendampingan berkelanjutan. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal. Dengan kemampuan mengelola keuangan dan beradaptasi terhadap teknologi digital, para pelaku usaha desa akan semakin mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Istri Kepala Desa Junganyar sekaligus Ketua PKK, menyampaikan apresiasinya kepada tim dari Universitas Trunojoyo Madura atas kepeduliannya terhadap pengembangan usaha warga. “Kami sangat berterima kasih kepada UTM, khususnya Prodi Agribisnis. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami, terutama dalam hal mengatur keuangan usaha dan belajar memasarkan produk melalui media sosial,” tutur Kepala Desa.
Sementara itu, salah satu peserta, pengrajin kerupuk ikan asal Dusun Pesisir, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Selama ini kami menjual produk hanya di sekitar desa. Setelah pelatihan ini, saya jadi tahu cara membuat akun Instagram dan memasarkan produk secara online. Semoga penjualan bisa meningkat,” ungkapnya dengan antusias.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala.
Melalui program pengabdian ini, Prodi Agribisnis UTM menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam mewujudkan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.



