Kerja sama penelitian di Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus diperkuat secara nasional melalui sinergi lintas universitas. Pada tahun 2025, Dwi Ratna Hidayati, PhD dari UTM bersama Baiq Yulfia Yanuarti, PhD dari Universitas Mataram (Unram) melaksanakan riset mengenai rantai nilai rumput laut dan peran masyarakat lokal, khususnya perempuan. Penelitian ini didanai melalui hibah riset mandiri dalam skema kolaborasi nasional LPPM UTM Tahun 2025. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoA) antara Fakultas Pertanian UTM dan Universitas Mataram yang telah diinisiasi pada Agustus 2025 (MoA Nomor B/4865/UN46.3.3/HK.07.00/2025).
Serangkaian kegiatan berlangsung pada 19–21 Oktober 2025, dimulai dengan penelitian lapangan rumput laut di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tamu yang dihadiri oleh sekitar 30 peserta, terdiri dari mahasiswa dan dosen Program Studi Agribisnis Universitas Mataram. Kuliah tamu bertajuk “Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan” disampaikan oleh Dwi Ratna Hidayati, yang membahas secara mendalam tentang konsep sustainable value chain sesuai dengan keahlian akademis beliau. Dalam sesi tersebut, beliau tidak hanya menjelaskan dinamika perubahan konsep rantai nilai, tetapi juga menyoroti posisi produk pangan Indonesia dalam rantai nilai global, serta tantangan rantai nilai domestik yang masih bergantung pada impor, seperti pada sektor gandum (Grains Value Chains). Kuliah tamu ini mendapat sambutan hangat dari peserta, yang aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan, antara lain mengenai tantangan utama dalam pengembangan rantai nilai saat ini, pengaruh isu kepercayaan (trust issue) dalam sistem rantai nilai, serta dinamika aktivitas rantai nilai rumput laut tanpa kegiatan budidaya seperti pada komoditas Sargassum di wilayah Lombok.
Melalui diskusi yang konstruktif antar akademisi, diharapkan kerja sama lintas institusi dalam bidang akademik dan penelitian dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Interaksi ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan riset bersama yang lebih relevan dan berdampak.





