Bangkalan, 23 Oktober 2025 — Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi dengan menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aditya Marendra Kiloes, Ph.D. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 22–23 Oktober 2025, dan diikuti oleh 260 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Berpikir Ilmiah serta Ekonomi Produksi Pertanian.
Dalam kuliah yang berlangsung interaktif tersebut, Dr. Aditya menyampaikan dua topik utama, yakni “Presenting Research Result” dan “System Thinking in Research.” Kedua materi ini bertujuan memperkuat kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, memahami keterkaitan antar variabel dalam penelitian agribisnis, serta mengkomunikasikan hasil riset secara efektif.
“Mahasiswa agribisnis perlu memiliki kemampuan menyajikan hasil penelitian dengan cara yang sistematis dan logis, tidak hanya sekadar mengumpulkan data,” ujar Dr. Aditya dalam pemaparannya. Ia juga menekankan pentingnya system thinking dalam memahami dinamika sektor pertanian yang kompleks dan saling terkait, agar solusi yang dihasilkan dapat berkelanjutan.
Kegiatan ini dimoderatori oleh dua dosen Program Studi Agribisnis, yakni Dwi Ratna Hidayati, Ph.D. dan Dr. Elys Fauziyah, yang memandu jalannya diskusi secara aktif dan mendorong mahasiswa untuk bertanya serta mengemukakan pandangan mereka.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian UTM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kuliah praktisi seperti ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan dunia riset profesional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana penelitian dijalankan dan dikomunikasikan secara ilmiah. Ini adalah langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Fakultas Pertanian,” ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa kegiatan Kuliah Praktisi merupakan bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang mendorong kolaborasi antara akademisi dan praktisi riset. “Kami berharap mahasiswa dapat belajar langsung dari peneliti profesional agar memiliki wawasan yang luas tentang metodologi dan komunikasi ilmiah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Agribisnis UTM tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pendekatan ilmiah dalam penelitian dan pengambilan keputusan di bidang pertanian.




