Prodi Agribisnis UTM Berangkatkan Mahasiswa Magang Pendampingan Desa

Program Studi Agribisnis UTM pada Jumat, 2 September 2022, memberangkatkan 90 mahasiswa untuk magang di desa. Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang berhasil diraih oleh Prodi Agribisnis. Ke-90 mahasiswa ini disebar di 14 desa di wilayah Kabupaten Sumenep dan Pamekasan. Mahasiswa ini akan tinggal di desa selama 3 bulan untuk melaksanamkan magang pendampingan desa dan Bumdes.

Mahasiswa ini telah mendapatkan pembekalan selama 1 bulan terkait identifikasi potensi desa dan strategi pengembangannya. Prodi Agribisnis menggandeng Bumdes.id dalam kegiatan pembekalan tersebut. Pembekalan berisi materi tentang identifikasi potensi desa dan strategi pendampingan desa atau Bumdes. Melalui pembekalan tersebut, diharapkan mahasiswa siap untuk magang.

Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat memberikan masukan kepada pihak desa dalam mengidentifikasi potensi yang dapat dijadikan sebagai unit usaha Bumdes. Pada beberapa desa yang telah memiliki Bumdes, mahasiswa nantinya dapat mendampingi pengelolaan Bumdes sehingga dapat berjalan sebagai mana mestinya dan mampu menyumbangkan PADes.

Dekan FP UTM, Dr. Fuad Fauzul Muktamar, memberikan pesan kepada mahasiswa agar nantinya dapat membaur dan belajar bersama-sama masyarakat. Magang desa ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi pengembangan potensi desa khususnya untuk mewujudkan pariwisata premium berbasis potensi lokal dan budaya. Pengembangan wisata premium berbasis budaya sapi sonok dan kerap menjadi fokus utama kegiatan ini. Namun lebih dari itu, magang desa ini juga menyentuh aspek lain yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan magang desa merupakan implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). MBKM memberi kesempatan kepada mahasiswa selama 1 tahun untuk belajar di luar kampus. Salah satunya adalah melalui kegiatan magang desa ini. Magang ini berbobot 20 SKS dengan salah satu outputnya adalah skripsi. Harapannya selain mendapatkan pengalaman belajar langsung bersama masyarakat, mahasiswa juga dapat menyelesaikan skripsinya sehingga memangkas masa studi. Skripsi ini juga tidak lepas dari isu-isu yang ada di lokasi mereka magang.

Leave a Reply