Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura Mengikuti Program Grains Value Chain Leadership Award, Kerjasama Australia-Indonesia

Peran akademisi memiliki peranan sangat penting dalam pengembangan industri agrifood.  Perspektif ilmiah dari hasil riset dan keilmuan menjadi pondasi yang kuat dalam pengembangan aktivitas value chain dan explorasi praktik sustainability. Dwi Ratna Hidayati., SP., MP, PhD dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura terpilih mengikuti program “Grains Value Chain Leadership” yang selenggarakan oleh Australia Awards Scholarship (AAS). Program ini merupakan hasil kerjasama pihak AAS dengan pemerintah Indonesia melalui Katalis yang bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral Australia-Indonesia di sektor gandum. Indonesia merupakan salah satu pengimpor gandum terbesar dari Australia, dan program ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemitraan industri yang tangguh, membangun network bisnis serta meningkatkan pemahaman tentag value chain gandum antara kedua negara. Peserta program dipilih melalui seleksi ketat oleh panel independen dan sebanyak 25 peserta terpilih terdiri dari berbagai kalangan mulai dari on farm (seperti PT Botani Seed Indonesia), Industri flour milling (seperti Bogasari, dll), Industri pengolah makanan (PT Nutrifood), small medium enterprise (SME), serta akademisi.

Menurut Dwi Ratna Hidayati, program ini sejalan dengan expertise dan topik riset yang dia tekuni, yaitu tentang “Sustainable Agrifood Value Chain Transformation in Developing Countries”. Selain itu, kegiatan ini juga difasilitasi oleh tim akademisi yang dipimpin oleh Associate Professor Ammar Abdul Aziz dari School of Agriculture and Food Sustainability, Queensland University (UQ).   

Para peserta training mengikuti rangkaian kegiatan yang terbagi menjadi beberapa tahapan. Pre -course, onsite and post course. Saat ini, sedang berlangsung kegiatan On site course yang diselenggarakan selama kurang lebih dua minggu di Australia, dari tanggal 14 hingga 30 Juli 2023. Selama kegiatan ini, kunjungan dan diskusi produktif dilakukan mulai hulu sampai hilir sektor gandum, antara lain ke petani gandum di York,Perth; koperasi gandum Cooperative Bulk Handling (CBH) di Kwinana, pusat riset gandum the Australia Export Grain Innovation Centre (AEGIC), Queensland University (UQ)-Brisbane, Seed Processing dan Breeding di Towoomba, serta diakhiri dengan menghadiri Australian Grains Industry Conference 2023 yang diselenggarakan di Melbourne. Rencananya, kegiatan Post course akan selenggarakan di Jakarta sekitar bulan November 2023 sebagai rangkaian akhir dan penutup program ini.

Program ini tidak hanya sebagai ajang membangun individual capabilities dan leadership, tetapi juga membangun jejaring antara akademisi dengan industri baik di dalam maupun luar negeri, terutama di sektor gandum. Selain itu, menurut Dwi Ratna Hidayati, kontribusi akademisi juga berpotensi untuk potensi pengembangan riset dan pengembangan mata kuliah terkait, terutama di Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UTM seperti Tataniaga Produk Agribisnis dan Pengembangan Masyarakat Lahan Kering dan Pesisir.  

Leave a Reply