Pulau Sabu Raijua, NTT – Pada tanggal 26 hingga 29 Juli 2023, Grup Riset SainsTek Pergaraman PS IKL (Pusat Studi Ilmu Kelautan) menggelar ekspedisi yang bersejarah di Pulau Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ekspedisi ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan visi yang diamanatkan dalam dua peraturan presiden, yaitu PERPRES 126 tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional dan PERPRES 179 tahun 2014 tentang Pengelolaan Kawasan Perbatasan Negara.
Mengusung tema “Afirmasi bagi Pergaraman Nasional dan Perbatasan Negara,” ekspedisi garam ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendukung pengembangan sektor pertanian dan perekonomian di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Sabu Raijua yang menjadi pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan Australia.
Ekspedisi kali ini memiliki ruang lingkup yang luas, mencakup dua kegiatan utama yaitu riset (eksplorasi ekstensifikasi lahan pegaraman) dan abdimas (eksploitasi pendayagunaan limbah Sumber Daya Alam (SDA) laut untuk produksi Garam Indikasi Geografis (Garam IG) khas Pulau Sabu Raijua. Keberhasilan ekspedisi ini diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.
Tim ekspedisi yang terdiri dari para ilmuwan, peneliti, dan tenaga ahli di bidang kelautan dan pergaraman telah bekerja keras untuk memastikan kesuksesan pelaksanaan ekspedisi. Mereka telah menjalankan serangkaian penelitian dan eksplorasi lahan pegaraman yang berpotensi menjadi sumber daya penting bagi pertanian garam di wilayah tersebut.
Selain itu, dalam kegiatan abdimas, tim ekspedisi juga berfokus pada pendayagunaan limbah SDA laut untuk produksi Garam Indikasi Geografis (Garam IG) khas Pulau Sabu Raijua. Garam IG diharapkan menjadi salah satu produk unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian dan memperkenalkan kekayaan alam Indonesia kepada dunia internasional.
Dalam ekspedisi ini, pemerintah juga turut berperan aktif dengan memberikan dukungan dan fasilitasi yang memadai untuk kelancaran kegiatan. Selain itu, masyarakat setempat juga dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses ekspedisi, sehingga pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan dengan berlandaskan pada prinsip keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem.
Melalui ekspedisi garam ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan teknologi di bidang pergaraman, sekaligus membuka peluang baru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sabu Raijua dan wilayah perbatasan lainnya. Hasil riset dan eksplorasi yang diperoleh dari ekspedisi ini diharapkan juga dapat menjadi acuan bagi kebijakan pengembangan pergaraman nasional yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Kita nantikan berita lebih lanjut mengenai hasil-hasil yang diperoleh dari ekspedisi garam ini dan bagaimana penerapannya akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan negeri. Selamat untuk Grup Riset SainsTek Pergaraman PS IKL atas kesuksesan ekspedisi yang telah terlaksana dengan baik!








