Kamis, 28 Oktober 2024 program studi Agroekoteknologi FP UTM mengadakan kuliah praktisi yang didanai oleh PKKM. Kegiatan ini dilaksanakan Gedung Cakra UTM dan diisi oleh Andi Pratama Pasaribu, Clien Manager PT. British Standards Institution Group Indonesia (BUMN-nya kerajaan Inggris) dan Hadi Wisa Nugraha, General Manager Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (perusahaan jasa lingkungan).
Kuliah praktisi mengangkat tema “RSPO Perspective: Pendekatan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan”. Kegaiatan ini dilatar belakangi oleh berbagai isu & masalah yang menyebabkan produk sawit (dan turunannya) sulit masuk ke pasar Eropa. Namun disisi lain permintaan produk dari sawit yang tinggi membuat jumlah dan area perkebunan kelapa sawit di Indonesia semakin luas. Hal ini tentunya berdampak pada ekosistem sekitar, mengingat perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu faktor terbesar deforestasi atau penghilangan hutan.
Degradasi lahan juga menjadin masalah lain yang terjadi dihampir semua lahan perkebunan sawit. Manajemen kesuburan tanah di perkebunan kelapa sawit penting dilakukan bertujuan untuk meningkatkan produksi, menjaga keseimbangan nutrisi, dan mencegah degradasi tanah. Manajemen kesuburan tanah juga perlu mengoptimalkan penggunaan pupuk, memperbaiki kualitas tanah, dan mengurangi dampak lingkungan. Hal ini memastikan pertumbuhan optimal dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.
RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) memiliki tujuan dan sasaran pada pengurangan kerusakan lingkungan terhadap penggundulan hutan, menjaga keanekaragaman hayati, menghindari degradasi lahan dan menghargai hak dan kehidupan masyarakat sekitar yang bergantung pada produk hutan.
RSPO menjadi kunci bukti komitmen Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan daya saing di pasar internasional, terutama terkait pelarangan (blacklist) produk sawit di Eropa terkait dengan isu deforestasi di Indonesia.
Mahasiswa sangat antusias dengan materi yang diberikan terutama terkait dengan isu, masalah dan solusi yang disampaikan oleh pemateri.
Kuliah praktisi ini tidak hanya menjelaskan pokok bahasan, namun juga memberikan gambaran tentang dunia pekerjaan di perkebunan sawit, baik yang ada di Indonesia dan luar negeri (Papua nugini, Etiopia dan negara lainnya). Pemateri menjelaskan bagaimana fasilistas dan gaji yang didapat apabila lulusan sarjana bekerja di perkebunan sawit, yang notabene akan bergaji 2-3x UMR.


