Aceh Besar, 10 Oktober 2024 – Sebagai bagian dari upaya strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di sektor pergaraman nasional, telah diselenggarakan Workshop Produksi Garam dan Sertifikasi Petambak Garam selama dua hari, pada 9-10 Oktober 2024. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh dengan Grup Riset SainsTek Pergaraman Fakultas Perikanan Universitas Trunojoyo Madura (FP UTM). Bertempat di kawasan usaha pergaraman Gampong Pasi, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan petambak garam dari delapan kabupaten sentra produksi garam di Aceh, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Pidie, dan Pidie Jaya, serta Kota Lhokseumawe.
Workshop ini merupakan langkah nyata dalam mendukung afirmasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Dengan tujuan meningkatkan usaha pergaraman domestik serta memenuhi kebutuhan garam nasional, kegiatan ini berfokus pada dua aspek utama: pendidikan dan pelatihan produksi garam sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Produksi Garam Nomor 34 Tahun 2017, serta sertifikasi kompetensi petambak garam.
Hari pertama kegiatan, 9 Oktober 2024, difokuskan pada pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) produksi garam. Para peserta menerima materi tentang metode produksi garam yang sesuai dengan standar nasional, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi garam di wilayah Aceh. Diklat ini penting bagi para petambak dalam menerapkan teknik modern yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing garam Aceh di pasar nasional.
Pada hari kedua, 10 Oktober 2024, dilaksanakan sertifikasi petambak garam. Sertifikasi ini melibatkan asesmen menyeluruh terhadap kompetensi para petambak, termasuk tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja mereka dalam menjalankan proses produksi garam. Dengan sertifikasi ini, para petambak yang dinyatakan kompeten akan memiliki pengakuan resmi yang diakui secara nasional, sehingga dapat memberikan jaminan kualitas atas hasil produksi mereka.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, dalam sambutannya, menyatakan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis dalam memajukan industri garam lokal sekaligus menjawab tantangan kebutuhan garam nasional. “Dengan adanya pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi ini, kita harapkan para petambak garam di Aceh semakin mampu meningkatkan produktivitas mereka, tidak hanya untuk pasar lokal tetapi juga nasional,” ujarnya. Kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh dan FP UTM ini diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung pembangunan ekonomi di sektor pergaraman, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan peningkatan permintaan garam di dalam negeri.







