Workshop Produksi Garam dan Sertifikasi Petambak Garam: Upaya Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Garam Nasional

Pasuruan, Jawa Timur – Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi garam nasional dan memperkuat daya saing para petambak garam, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, bekerja sama dengan Grup Riset SainsTek Pergaraman dari Fakultas Pertanian UTM, menggelar Workshop Produksi Garam dan Sertifikasi Petambak Garam pada 11-12 September 2024 di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan petambak garam dari berbagai kabupaten sentra garam di Jawa Timur, meliputi Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo. Workshop ini bertujuan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di sektor ekonomi garam rakyat, yang diharapkan mampu mendorong tercapainya target nasional sesuai dengan Peraturan Presiden (PERPRES) No. 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.

Selama dua hari, para peserta mendapatkan pelatihan dan sertifikasi yang didasarkan pada standar kompetensi yang ketat. Pada hari pertama, 11 September 2024, peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait proses produksi garam sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Produksi Garam Nomor 34 Tahun 2017. Materi ini mencakup teknik optimalisasi produksi garam dengan metode modern untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil garam yang diproduksi.

Hari kedua, 12 September 2024, difokuskan pada sertifikasi bagi para petambak garam. Mereka menjalani asesmen kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang diperlukan untuk mencapai standar produksi yang telah ditetapkan. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan para petambak garam mampu memenuhi kebutuhan garam nasional yang berkualitas, sekaligus meningkatkan pendapatan dan daya saing mereka di pasar domestik maupun internasional.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur menyatakan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan sektor pergaraman, sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian garam nasional. “Ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan garam domestik, tapi juga membangun kemandirian petambak garam kita,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, diharapkan bahwa petambak garam Jawa Timur tidak hanya mampu meningkatkan produksi, namun juga memastikan kualitas garam yang dihasilkan memenuhi standar nasional, sehingga dapat bersaing di pasar internasional.

Leave a Reply