Dalam komunikasi diperlukan media yang tepat dan efisien agar dapat menyampaikan pesan dengan baik. Pada sisi lain, perkembangan media begitu cepatnya sehingga memerlukan pembaharuan pengetahuan dan skill agar tak tertinggal.
Menyadari hal tersebut Prodi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura menggelar kuliah praktisi yang dikemas dalam “Afternoon Talk” bertajuk Mendigdayakan Media Komunikasi. Event yang digelar sore ini (30/3) di lantai 10 Gedung Rektorat Universitas Trunojoyo Madura direspon peserta dengan animo luar.
Wida Subianto, Koresponden dan News Presenter media televisi nasional ternama menjadi pembicara dalam acara tersebut. “Progress belajar akan lebih bermakna ketimbang bakat” jelas Wida menyemangati peserta. Artinya, seseorang yang terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dalam ilmu komunikasi akan memberikan pengaruh besar, meski dengan bakat minimal.
Perencanaan dan riset yang mendalam menjadi aktivitas yang wajib dilakukan dalam mencapai kualitas liputan maksimal. Menjadi seorang pekerja media tentu memerlukan wawasan yang luas. Pencarian sumber informasi harus dilakukan dengan tepat dengan senantiasa menjaga networking dengan berbagai pihak.
Ihsannudin, selaku dosen pengampu penyuluhan menambahkan perlunya cover both side dalam menyampaikan informasi secara berimbang. “agar tak terjebak dalam informasi yang bersifat agitasi maka sumber informasi yang berimbang harus digali” demikian papar Ihsannudin.
Dalam kesempatan itu diulas berbagai ragam pengalaman peliputan. Mulai dari peliputan RI-1 hingga fenomena masyarakat kecil dengan news value tinggi. Saat memaparkan pengalamannya bekerja di media televisi, Wida Subianto menambahkan tak boleh takut akan kesalahan. “kesalahan itu manusiawi, bahkan mereka yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam media televisi tak luput dari kesalahan” pungkasnya.



