Tianjin District of Salt, China – 8-15 Juli 2023
Delegasi Garam Universitas Trunojoy Madura Dr. Makhfud Efendy, S.Pi., M.Si. dan Nizar Amir, ST., MT, M.Sc melakukan Benchmarking ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Huadian Tianjin Haijing yang berkapasitas 1.000 megawatt (MW) di tambak garam di China. Delegasi ini diadakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan penerapan teknologi terbarukan di Indonesia dan memperkuat kemitraan dengan China National Salt Industry Corporation, pemilik usaha Pergaraman Engineering and Technology Institute Co. Ltd.
Tianjin District of Salt telah penyambungan resmi PLTS Huadian Tianjin Haijing ke jaringan listrik “Negeri Panda”. Pembangkit listrik megawatt ini merupakan proyek ambisius yang menggunakan teknologi canggih untuk menghasilkan tenaga surya dari tambak garam, memanfaatkan lahan yang tidak produktif secara komersial untuk menghasilkan energi bersih.
Dr. Makhfud Efendy dan Nizar Amir ahli garam dari UTM, sebagai delegasi untuk mempelajari teknologi, rancangan, konstruksi, dan operasional garam yang sekaligus PLTS Huadian Tianjin Haijing. Dalam kunjungan mereka, mereka akan berfokus pada teknologi dan metode yang diterapkan untuk mengintegrasikan PLTS ke dalam wilayah tambak garam yang unik.
“Delegasi Technology Benchmarking ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan potensi energi terbarukan di Indonesia. Kami ingin belajar dari keberhasilan China dalam mengimplementasikan PLTS dengan kapasitas yang signifikan, terutama di lingkungan tambak garam,” kata Dr. Makhfud Efendy.
PLTS Huadian Tianjin Haijing adalah salah satu dari beberapa proyek PLTS skala besar di China yang berhasil diintegrasikan ke dalam jaringan listrik nasional. China Huadian Corporation, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki peran penting dalam industri energi di China, menyatakan bahwa keberhasilan PLTS Huadian Tianjin Haijing menjadi bukti komitmen China dalam menggunakan energi terbarukan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Nizar Amir menambahkan, “Kami sangat antusias untuk berbagi pengetahuan yang kami peroleh dari kunjungan ini dan menerapkannya di Indonesia. Dengan tambak garam yang luas di negara kami, kami percaya bahwa teknologi ini memiliki potensi besar untuk memberikan energi bersih dan berkelanjutan.”
Delegasi ini juga bertujuan untuk membentuk kemitraan yang lebih erat antara Indonesia dan China National Salt Industry Corporation serta Pergaraman Engineering and Technology Institute Co. Ltd. untuk saling berbagi pengetahuan dan mengembangkan inovasi dalam bidang energi terbarukan. Proyek PLTS Huadian Tianjin Haijing yang berhasil tersambung ke jaringan listrik di Tianjin menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya global untuk memperluas penggunaan energi terbarukan dan mencapai tujuan perlindungan lingkungan. Semoga delegasi ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia dan memperkuat kolaborasi antar negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.












