FGD Restrukturisasi Kurikulum Ilmu Kelautan UTM, Sinergi Menuju Pendidikan Berkualitas dan Kemitraan Global

Bangkalan (3/6)– Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Universitas Trunodjoyo Madura (UTM), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Restrukturisasi Kurikulum sebagai bagian dari upaya penyusunan kurikulum periode 2026–2030. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari instansi pemerintah, dunia industri, lembaga riset, praktisi, serta alumni guna memperoleh masukan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kelautan.

FGD ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi implementasi kurikulum sebelumnya sekaligus merumuskan arah pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap tantangan global, khususnya isu lingkungan, perubahan iklim, transformasi digital, dan kebutuhan kompetensi lulusan di sektor kelautan dan perikanan.

Dalam sesi diskusi bersama stakeholder, berbagai masukan disampaikan terkait kompetensi yang perlu diperkuat pada mahasiswa Ilmu Kelautan. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain penguatan teori dasar ilmu kelautan, peningkatan keterampilan praktis dalam pengoperasian peralatan hidrodinamika dan oseanografi, kemampuan analisis data kelautan, serta pemahaman terhadap isu-isu lingkungan pesisir, perubahan iklim, blue carbon, dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Selain itu, para stakeholder menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi digital, pemrograman, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), serta kemampuan komunikasi dengan masyarakat pesisir. Kebutuhan akan sertifikasi kompetensi juga menjadi perhatian utama, seperti HACCP, GMP, pilot drone, selam, fotografi bawah air (underwater photography), dan operator produksi garam sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Dukungan terhadap pelaksanaan Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Berbagai instansi menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan UTM melalui penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) dalam rangka mendukung penguatan kompetensi mahasiswa dan peningkatan kualitas lulusan.

Tidak hanya stakeholder eksternal, alumni Prodi Ilmu Kelautan juga turut memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka di dunia kerja maupun pendidikan lanjut. Alumni menyoroti pentingnya penguatan materi dasar seperti oceanografi, pengenalan ikan karang, keterampilan dasar selam, analisis statistik data kelautan, serta peningkatan kemampuan Bahasa Inggris yang berorientasi pada bidang kelautan. Mereka juga mengusulkan adanya program matrikulasi pada semester awal untuk menyetarakan kemampuan dasar mahasiswa yang berasal dari latar belakang pendidikan berbeda.

Selain itu, alumni menilai bahwa penguasaan teknologi pemetaan berbasis GIS, kemampuan pengoperasian alat laboratorium dan survei, public speaking, serta sertifikasi keamanan pangan seperti HACCP, FSSC, dan GMP menjadi kebutuhan yang semakin penting dalam menghadapi dinamika dunia kerja saat ini.

Berdasarkan hasil FGD, Prodi Ilmu Kelautan UTM akan melakukan berbagai penyesuaian dan penguatan kurikulum, termasuk penambahan materi yang berkaitan dengan hukum laut, perubahan iklim, transformasi digital, media digital kelautan, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik dan sertifikasi kompetensi. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan industri, pemerintah, dan masyarakat.

Kegiatan restrukturisasi kurikulum ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Trunodjoyo Madura dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi aktif antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, lembaga riset, dan alumni dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang kelautan dan perikanan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply