Prof. Makhfud Efendy Diundang KKP Sebagai Narasumber Pelatihan Produksi Garam Nasional

Surabaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Sumber Daya Kelautan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, kembali menggandeng akademisi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam program strategis nasional percepatan pembangunan pergaraman. Prof. Dr. Makhfud Efendy, S.Pi., M.Si., Ketua Tim Riset Grup SainsTek Pergaraman Fakultas Pertanian UTM, diundang sebagai narasumber utama dalam kegiatan Pelatihan Produksi Garam Tahap I yang digelar pada 27–30 Oktober 2025 di Hotel Movenpick, Surabaya.

Pelatihan ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Dalam pelatihan tersebut, Prof. Makhfud memberikan materi teknis dan aplikatif mengenai inovasi produksi garam rakyat berbasis sains dan teknologi, serta peningkatan efisiensi lahan garam melalui pendekatan ilmiah.

“Kunci kemandirian garam nasional bukan hanya pada luasnya lahan, tetapi pada kemampuan petambak dalam memahami proses produksi yang efisien, higienis, dan berkelanjutan,” terang Prof. Makhfud dalam salah satu sesi pelatihan.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah penghasil garam di Indonesia. Mereka mendapatkan pembekalan terkait Skema Diklat Produksi Garam sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) — meliputi penerapan keselamatan kerja, komunikasi efektif, pengelolaan lahan dan air laut, hingga teknik panen garam.

Selain sesi kelas, pelatihan juga disertai kunjungan lapangan ke tambak garam rakyat. Dalam kunjungan tersebut, Prof. Makhfud bersama tim melakukan praktik langsung pengelolaan lahan produksi, kalibrasi alat ukur salinitas, serta demonstrasi inovasi teknologi garam bersih yang dikembangkan oleh Tim Riset SainsTek Pergaraman UTM.

Direktur Sumber Daya Kelautan, Frista Yorhanita, dalam surat resmi KKP menegaskan bahwa pelibatan akademisi seperti Prof. Makhfud Efendy sangat penting dalam mendukung kebijakan nasional menuju kemandirian garam Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat transformasi sektor pergaraman nasional yang lebih modern dan berdaya saing.

Dengan keikutsertaan dosen dan peneliti UTM dalam agenda strategis KKP ini, Fakultas Pertanian UTM kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra aktif pemerintah dalam pengembangan sains terapan perikanan dan kelautan, khususnya di bidang pergaraman.

Leave a Reply