Jakarta – 2 Oktober 2025.
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melalui Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara IV menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Garam Nasional”. Acara yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari kementerian, lembaga negara, akademisi, hingga auditor negara.
Salah satu narasumber utama dalam FGD ini adalah Prof. Dr. Makhfud Efendy, S.Pi., M.Si, dosen Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM), sekaligus Direktur Lembaga Sainstek Pergaraman UTM.
Membahas Ketahanan Garam Nasional
Dalam paparannya, Prof. Makhfud menyoroti pentingnya percepatan pembangunan sektor pergaraman untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, yang hingga kini masih menghadapi tantangan baik dari sisi produksi, kualitas, maupun distribusi. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam menghadirkan riset terapan, inovasi teknologi, serta rekomendasi kebijakan berbasis data untuk memperkuat ketahanan garam nasional.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi garam, khususnya di wilayah pesisir seperti Madura. Namun tanpa tata kelola yang baik, inovasi teknologi, serta sinergi lintas sektor, kita akan terus menghadapi ketergantungan impor,” tegas Prof. Makhfud dalam forum.
Forum Strategis Nasional
FGD ini merupakan bagian dari pemeriksaan kinerja pendahuluan atas implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur dan pembangunan pergaraman nasional pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta instansi terkait periode 2022 hingga semester I 2025.
Diskusi difokuskan pada upaya menemukan solusi strategis terkait hambatan implementasi kebijakan, mulai dari perencanaan, regulasi, hingga pengawasan. Turut hadir perwakilan dari Kementerian/Lembaga, auditor BPK, hingga akademisi yang berkomitmen memperkuat kemandirian garam nasional.
Kontribusi Universitas Trunojoyo Madura
Keterlibatan Prof. Makhfud dalam forum ini menegaskan peran aktif Universitas Trunojoyo Madura, khususnya Fakultas Pertanian, dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Melalui riset pergaraman dan penguatan kapasitas masyarakat pesisir, UTM terus mendorong terwujudnya ketahanan pangan dan energi nasional.
FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan aplikatif, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun kemandirian garam Indonesia.


