Yogyakarta, 16–17 Oktober 2025 — Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan benchmarking sistem penjaminan mutu akademik ke Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Agribisnis UTM, Novi DB Tamami, S.P., M.P., dan diikuti oleh seluruh tim Jaminan Mutu Prodi Agribisnis, Ketua Laboratorium Sosiologi dan Pengembangan Masyarakat, Ketua Laboratorium Ekonomi Pertanian, serta Ketua Laboratorium Bisnis dan Entrepreneurship.

Kunjungan ini berlangsung selama dua hari, bertempat di Gedung A10, Ruang Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Lantai 2, dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan Departemen Sosek UGM. Pada sesi sharing dan diskusi, hadir Ketua Departemen Sosek UGM, Prof. Dr. Ir. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec., Kaprodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Dr. Any Suryani, Kaprodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Ketua Tim Jaminan Mutu Departemen Sosek, serta perwakilan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.
Dalam arahannya, Prof. Jangkung menekankan bahwa jaminan mutu (JAMU) merupakan jantung utama institusi pendidikan, sebagai bentuk “janji akademik” kepada pengguna lulusan. Departemen Sosek UGM telah membangun sistem penjaminan mutu terintegrasi melalui siklus AMI (Audit Mutu Internal) dan berhasil membawa seluruh program studinya meraih akreditasi Unggul BAN-PT, bergabung dalam AUN-QA (ASEAN University Network–Quality Assurance), serta berproses menuju akreditasi internasional ASIIN.
Sementara itu, Dr. Any Suryani menjelaskan strategi implementasi jaminan mutu kurikulum di Departemen Sosek UGM yang berbasis pada mandat “Kampus Berdampak”. Mahasiswa diarahkan untuk menjalani proyek desa selama dua bulan di semester tujuh yang terintegrasi dengan riset tugas akhir dan hibah kolaboratif dosen. Kurikulum UGM juga memuat mandat literasi baru, yakni literasi digital, sosial-religius, dan kesehatan mental, serta penerapan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) hingga 20 SKS sesuai peminatan mahasiswa.
Selain berbagi praktik terbaik, kegiatan benchmarking ini juga menjadi momentum penting bagi Prodi Agribisnis UTM untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal, menyusun pedoman AMI berbasis capaian tridarma, dan merancang langkah strategis menuju akreditasi unggul dan internasionalisasi prodi.
Ketua Prodi Agribisnis UTM, Novi DB Tamami, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan tata kelola akademik dan mutu pembelajaran berkelanjutan.
“Kami belajar langsung dari praktik baik UGM dalam membangun budaya mutu yang kolaboratif dan berorientasi pada dampak. Benchmarking ini akan menjadi pijakan penting bagi Agribisnis UTM untuk memperkuat sistem mutu dan memperluas jejaring akademik nasional,” ungkap Novi.
Kegiatan ditutup dengan pertukaran cinderamata dari kedua belah pihak dan ada harapan tindak lanjut kerja sama bidang penjaminan mutu dan kurikulum antara kedua institusi. Tim Agribisnis UTM juga berkesempatan mempelajari semua system informasi fasilitas akademik dan laboratorium Departemen Sosek UGM sebagai bagian dari studi banding sistem manajemen mutu di tingkat prodi dan departemen.



