CPalim (Cluster for Paleolimnology) Paparkan Pengembangan Ekosistem Mangrove Madura sebagai Ekowisata di Prodi IKL Universitas Trunojoyo Madura

Bangkalan, 24 Februari 2025 – Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar kuliah umum bertajuk “Pengembangan Ekosistem Mangrove Madura sebagai Ekowisata”, dengan menghadirkan CPalim sebagai pemateri utama. Kegiatan ini menjadi ajang diskusi yang mendalam tentang pentingnya pelestarian mangrove, potensi ekowisata, serta tantangan dan solusi dalam pengelolaannya.

Dalam pemaparannya, CPalim menekankan bahwa ekosistem mangrove di Madura memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang tinggi. Selain berfungsi sebagai penahan abrasi dan habitat berbagai biota laut, mangrove juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis konservasi. “Ekowisata mangrove dapat menjadi daya tarik baru yang tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan,” ujar CPalim.

Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen yang antusias mengikuti diskusi. Berbagai pertanyaan dan gagasan terkait pengelolaan mangrove serta strategi pengembangannya sebagai ekowisata muncul dalam sesi tanya jawab. Para peserta pun menyampaikan harapan agar pemahaman yang didapat bisa diimplementasikan dalam upaya nyata menjaga ekosistem pesisir.

Usai kuliah umum, tim dari UTM bersama CPalim melanjutkan kegiatan dengan melakukan survei langsung ke kawasan mangrove di wilayah Kabupaten Bangkalan. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ekosistem mangrove, potensi ekowisata yang dapat dikembangkan, serta tantangan yang perlu diatasi dalam pengelolaannya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa dan akademisi dalam mendukung pengelolaan mangrove yang lebih baik di masa depan. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran CPalim dalam kuliah umum ini. Semoga ilmu yang dibagikan bisa menjadi landasan untuk langkah-langkah strategis dalam pelestarian mangrove dan pengembangan ekowisata di Madura,” ungkap salah satu dosen Ilmu Kelautan UTM.

Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan ekosistem mangrove Madura dapat terus dilestarikan sekaligus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Leave a Reply