VALUE CHAIN ANALYSIS (VCA) AGRIBISNIS AYAM POTONG LOKAL DI DESA WONOSARI, KECAMATAN BAWANG, KABUPATEN BATANG oleh Dian Maharso Yuwono, Muryanto, dan Sherly Sisca Piay

Tingginya permintaan pasar terhadap ayam kampung (ayam buras) menyebabkan harga ayam kampung harganya relatif mahal. Disisi lain produksi dan pertumbuhan bobot ayam kampung dikenal lambat. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah telah menghasilkan paket rekomendasi teknologi ayam potong lokal (APL) atau ayam hibrida, merupakan persilangan antara pejantan ayam kampung dengan betina ayam ras petelur, yang rasa dan tekstur dagingnya menyerupai ayam kampung. Suatu analisis rantai nilai (value chain analysis) telah dilakukan terhadap agribisnis APL yang dikembangkan FMA Desa  Wonosari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang yang difasilitasi program program Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI). Kajian dilakukan pada tahun 2010-201 dengan menelaah peningkatan nilai tambah pada setiap komponen teknologi yang diterapkan pada agribisnis APL. Hasil kajian menunjukkan adanya peningkatan nilai tambah pada setiap penerapan komponen teknologi APL, baik pada penerapan meliputi teknologi inseminasi buatan (IB), penetasan, maupun budidaya pembesaran. Pembelajaran agribisnis APL mendorong tumbuhnya sumber pendapatan baru bagi petani setempat, diindikasikan dari munculnya usaha-usaha pemeliharaan induk untuk menghasilkan telur tetas, penetasan, dan pembesaran ayam potong lokal hingga siap panen.

Artikel selengkapnya: VALUE CHAIN ANALYSIS (VCA) AGRIBISNIS AYAM POTONG LOKAL DI DESA WONOSARI, KECAMATAN BAWANG, KABUPATEN BATANG

14 Mei 2013Permalink

Comments are closed.