PERANAN ASOSIASI Pseudomonas fluorescens INDIGENUS DAN Glomus aggregatum DI DALAM RHIZOSFIR oleh Gita Pawana

Efek sinergis atau interaksi positif yang mungkin bisa diperoleh dari asosiasi plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) masih perlu di kaji lebih luas. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji apakah Pseudomonas fluorescens (PF) indigenus Madura dapat bersinergi dengan G. aggregatum dan apakah kesinergian tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan menekan serangan penyakit batang berlubang pada tembakau Madura. Digunakan rancangan faktorial dengan faktor perlakuan sterilitas media tanam, inokulasi patogen dan amandemensi PF dan GA. Penelitian dilakukan pada rumah kasa secara kulur pot. Hasil yang dipeoleh: 1) PF dapat dapat bersinergi dengan GA, meningkatkan kepadatan populasi PF dan panjang akar terinfeksi GA atau kemantapan kolonisasi GA. 2) Kesinergisan antara PF dengan GA dapat meningkatkan P tersedia dan serapan P, namun tidak dapat memberikan biomassa tanaman yang lebih tinggi dari pada tanpa asosiasi. 3) kesinergisan PF dan GA dapat mencegah terjadinya serangan penyakit batang berlubang, namun demikian tingginya populasi PF pada rhizosfer tidak dapat dipastikan sebagai mekanisme pencegahan serangan penyakit batang berlubang.

Artikel selengkapnya: PERANAN ASOSIASI Pseudomonas fluorescens INDIGENUS DAN Glomus aggregatum DI DALAM RHIZOSFIR

1 Mei 2013Permalink

Comments are closed.