KuliahTamu_BKIPM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pentingnya menjaga dan menjamin mutu perikanan yang akan dikonsumsi oleh berbagai lepisan masyarakat, maka perlu adanya sosialisasi tentang pentingnya memilih, mengkonsumsi dan membudidayakan ikan dengan prosedur yang benar dan baik kepada para akademisi khususnya para mahasiswa dan lembaga atau badan usaha yang bergerak dibidang perikanan. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian gelar Kuliah Umum yang bekerjasama dengan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas I Surabaya II Kementrian Kelautan dan Perikanan pada 31/10/2017.

          Acara kuliah umum yang bertajuk BKIPM Goes to Campus 2017 tersebut dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan dan Manajemen Perairan Fakultas Pertanian. Mengangkat tema “Peran BKIPM dalam Menjaga Kedaulatan Sumber Daya Perikanan serta Menjamin Kesehatan Ikan dan Mutu Hasil Perikanan”, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Slamet Subari, M.Si membuka langsung acara yang bertempat di Auditorium Pascasajana tersebut.

          Mengawali sambutannya, Dr. Ir. Slamet Subari, M.Si mengucapkan terima kasih kepada Balai KIPM Kelas I Surabaya II yang telah memberi kepercayaan UTM sebagai tempat terselenggaranya acara tersebut. “Sebagai pimpinan di Fakultas Pertanian yang kini telah memiliki 5 program studi S1 meliputi Agroekoteknologi, Agribisnis, Teknologi Industri Pertanian, Ilmu Kelautan, Manajemen Sumberdaya Perairan dan 1 Pascasarjana Program studi MSDA, kami sangat senang telah diberi kepercayaan, tentu kami menyambut dengan tangan terbuka. Terangnya

          Lebih lanjut, Dr. Ir. Slamet Subari, M.Si dalm salah satu isi sambutannya ia juga mengatakan bahwa tema yang diangkat pada Kuliah Umum tersebut sangat menarik untuk di dapatkan oleh anak-anak didiknya di fakultas pertanian sebagai tambahan wawasan dan khazanah keilmuan. “Kuliah Umum ini sangat baik bagi anak didik kami, dan kami juga berharap ini menjadi kerjasama yang baik ke depan” Imbuhnya

          Sementara itu, mewakili Program Studi Ilmu Kelautan, Prof. Dr. Ir. M Zainuri, M.Sc., menyambut dengan gembira terlaksananya BKIPM Goes to Campus 2017 yang diisi dengan Kuliah Tamu tersebut. “saya mewakili Program Studi Ilmu Kelautan mengucapkan terima kasih, kami sangat senang UTM menjadi tempat terselenggaranya acara ini, kami juga berharap ini menjadi kerjasama yang berkelanjutan dan ada tindak lanjut setelah ini” Tuturnya

          Disesi yang sama, Kepala Balai KIPM Kelas I Surabaya II – Kementrian Kelautan dan Perikanan Suharyanto, A.Pi, M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa acara tersebut diselenggarakan dibeberapa titik dalam rangka harmonisasi dan kerjasama dalam membangun sinergitas dengan berbagai instansi. Selain itu, sebagai wadah atau sarana dalam mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada pihak-pihak terkait agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara membudidayakan ikan dengan baik sesuai prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga menghasilkan mutu yang terjamin. Hal ini sejalan dengan visi BKIPM dalam mewujudkan “Hasil perikanan yang sehat, bermutu, aman konsumsi dan terpercaya” Terangnya

          Dipandu langsung oleh Insafitri, S.T, M.Sc, Ph.D, membuka materinya, Widodo Sumiyanto, A.Pi.,M.M., yang menajdi pemateri pada Kuliah Umum tersebut menyampaikan bahwa di Amerika, peraturan impor makanan sangat ketat dan hanya barang-barang memiliki sertifikat resmi dan diakui internasional yang di impor, hal tersebut dilakukan oleh mereka untuk memastikan keamanannya. Dan pada saat itu juga Indonesia menjadi satu-satunya di dunia yang memiliki pengolahan ikan bersertifikat resmi yang mengekspor langsung ke Amerika. Paparnya

          Kepala Pusat Penjaminan Mutu-Kementrian Kelautan dan Perikanan itu juga menambahkan bahwa pemerintah telah membangun regulasi yang baik dan jelas untuk mewujudkan pemahaman yang sama antara pemerintah dan stake hokder dalam rangka menghasilkan dan menjaga kualitas ikan yang benar-benar baik.

          “Kita perlu membangun pemahaman yang sama bagaimana ke depan ikan-ikan yang di konsumsi oleh masyarakat benar-benar aman dan berkualitas baik, dengan demikian kita perlu menggandeng semua stake holder baik perguruan tinggi sebagai tempat para peneliti dan akademisi serta badan usaha pengelolaan ikan yang akan menjual ikan di dalam negeri atau mengekspor. Sebenarnya telah kita bangun regulasi yang jelas untuk mewujudkan standarisasi pengolahan ikan yang bersertifikasi dan terpantau oleh pemerintah. Tentu hal tersebut tidak boleh dilepas begitu saja, tapi harus terus ditingkatkan” Imbuhnya.