Mahasiswa FP-UTM mengikuti Pelayaran Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB)

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengirimkan dua mahasiswanya mengikuti pelayaran Lintas Nusantara Remajadan Pemuda Bahari (LNRPB), sebut saja FARISI ALBAR (Faris) dan HERU BUDI SANTOSO (Heru) keduanya adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian angkatan 2009. mereka dikirim mengikuti pelayaran Sail Morotai 2012 yang mewakili DIKTI setelah lolos tes verifikasi. Kegiatan pelayaran ini diselenggarakan oleh Kemenpora bekerja sama Dirjen Dikti Kemendiknas pada tanggal 28 Agustus s.d. 24 September 2012, selama 43 hari dengan rute berlayar dari Jakarta Jakarta – Ambon – Sorong – Raja Ampat – Ternate – Morotai – Makassar – Jakarta. Diikuti 423 peserta perwakilan dari daerah atau provinsi seluruh Indonesia yang terdiri dari Pelajar, Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, Pramuka, Pondok Pesantren, Karang Taruna, Pemuda perwakilan Kementerian dan perwakilan negara-negara sahabat (filiphina, Thailand, dan Timor Leste).
Kegiatan pelayaran ini dimulai dengan pembekalan peserta pada tanggal 27 s.d. 28 Agustus 2012 di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang dilanjutkan pelayaran dengan KRI Surabaya-591. Selama pelayaran diselenggarakan ceramah, diskusi,games,workshop dan praktek lapangan dengan materi pembentukan karakter pemuda, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kemaritiman, kepemimpinan serta kewirausahaan. Sedangkan kegiatan di lokasi sandar (Ambon, Sorong, Raja Ampat, Ternate, Morotai, dan Makassar) diselenggarakan kunjungan ke Pemerintah Daerah, perguruan tinggi dan sentra industri di daerah tersebut.
Tujuan dilaksanakannya dari kegiatan SAIL MOROTAI 2012 ini untuk meningkatkan kecintaan pemuda terhadap Tanah Air, meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme, mengubah mind-set bangsa yang bercorak kontinental-agraris menjadi maritim, mengembangkan jiwa wirausaha dan industri kebaharian di kalangan pemuda, meningkatkan persaudaraan dan kerja sama di kalangan pemuda. Dan yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan generasi muda menjadi garda terdepan membangun negara maritim. Jika bangsa Indonesia ingin maju, maka harus mengubah mind-set bangsa yang bercorak kontinental-agraris menjadi maritim. Sehubungan hal tersebut perlu memperkenalkan kembali tentang konstelasi geografi dan geostrategi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Sebuah pengalaman berharga bagi kami mengikuti kegiatan pelayaran ini, karena baru pertama kali kami berlayar kelilingNusantara. “Dengan Berlayar, Belajar dan Bermain (BBB) kami bisa menambah pengalaman dan membuka wawasan seluas-luasnya tentang betapa besarnya potensi kebaharian di Indonesia, khususnya wilayah Indonesia di bagian timur,” ujar Heru. Juga kami dapat mengenal bahwa selain kaya akan potensi sumber daya alam Indonesia adalah Negara yang kaya akan seni, budaya suku bangsa. ”saya senang, telah membawa nama Almamater kampus UTM dalam acara ini dimana saya telah berkumpul dengan duta-duta besar kampus terhebat yang tergabung  dalam daftar 59 Perguruan Tinggi terpilih di Indonesia” ugkap si Faris. Maka kami sangat bangga menyandang prestasi tersebut dengan harapan mahasiswa bisa mengikuti kegiatan ini dalam setiap tahun,” ujar dia.

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengirimkan dua mahasiswanya mengikuti pelayaran Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB), sebut saja FARISI ALBAR (Faris) dan HERU BUDI SANTOSO (Heru) keduanya adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian angkatan 2009. mereka dikirim mengikuti pelayaran Sail Morotai 2012 yang mewakili DIKTI setelah lolos tes verifikasi. Kegiatan pelayaran ini diselenggarakan oleh Kemenpora bekerja sama Dirjen Dikti Kemendiknas pada tanggal 28 Agustus s.d. 24 September 2012, selama 43 hari dengan rute berlayar dari Jakarta Jakarta – Ambon – Sorong – Raja Ampat – Ternate – Morotai – Makassar – Jakarta. Diikuti 423 peserta perwakilan dari daerah atau provinsi seluruh Indonesia yang terdiri dari Pelajar, Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, Pramuka, Pondok Pesantren, Karang Taruna, Pemuda perwakilan Kementerian dan perwakilan negara-negara sahabat (filiphina, Thailand, dan Timor Leste).Kegiatan pelayaran ini dimulai dengan pembekalan peserta pada tanggal 27 s.d. 28 Agustus 2012 di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang dilanjutkan pelayaran dengan KRI Surabaya-591. Selama pelayaran diselenggarakan ceramah, diskusi,games,workshop dan praktek lapangan dengan materi pembentukan karakter pemuda, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kemaritiman, kepemimpinan serta kewirausahaan. Sedangkan kegiatan di lokasi sandar (Ambon, Sorong, Raja Ampat, Ternate, Morotai, dan Makassar) diselenggarakan kunjungan ke Pemerintah Daerah, perguruan tinggi dan sentra industri di daerah tersebut. Tujuan dilaksanakannya dari kegiatan SAIL MOROTAI 2012 ini untuk meningkatkan kecintaan pemuda terhadap Tanah Air, meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme, mengubah mind-set bangsa yang bercorak kontinental-agraris menjadi maritim, mengembangkan jiwa wirausaha dan industri kebaharian di kalangan pemuda, meningkatkan persaudaraan dan kerja sama di kalangan pemuda. Dan yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan generasi muda menjadi garda terdepan membangun negara maritim. Jika bangsa Indonesia ingin maju, maka harus mengubah mind-set bangsa yang bercorak kontinental-agraris menjadi maritim. Sehubungan hal tersebut perlu memperkenalkan kembali tentang konstelasi geografi dan geostrategi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.Sebuah pengalaman berharga bagi kami mengikuti kegiatan pelayaran ini, karena baru pertama kali kami berlayar keliling Nusantara. “Dengan Berlayar, Belajar dan Bermain (BBB) kami bisa menambah pengalaman dan membuka wawasan seluas-luasnya tentang betapa besarnya potensi kebaharian di Indonesia, khususnya wilayah Indonesia di bagian timur,” ujar Heru. Juga kami dapat mengenal bahwa selain kaya akan potensi sumber daya alam Indonesia adalah Negara yang kaya akan seni, budaya suku bangsa. ”saya senang, telah membawa nama Almamater kampus UTM dalam acara ini dimana saya telah berkumpul dengan duta-duta besar kampus terhebat yang tergabung  dalam daftar 59 Perguruan Tinggi terpilih di Indonesia” ugkap si Faris. Maka kami sangat bangga menyandang prestasi tersebut dengan harapan mahasiswa bisa mengikuti kegiatan ini dalam setiap tahun,” ujar dia.