Tepatnya pada hari jum’at taggal 09 juli 2011 ukmf Kesenian DAUN ikut serta memeriahkan acara rekor Muri acara undangan festival Musik Lontar di kabupaten Pamekasan Madura, tepat di Arek Lancor kota Pamekasan. Acara ini juga di hadiri dari semua ukm maupun ukmf Kesenian se UTM. Pemberangkatan pada jam 05.00 setelah ayam jantan bekokok teman-teman pserta sudah berkumpul di depan Kantor Pusat UTM dan siap-siap berangkat untuk gladi resik di pamekasan, dengan menggunakan bis mini alhamdulilah selamat sampai pada tujuan pada jam 08.00, setelah itu tanpa kenal lelah dan semangat yang begitu membara teman-teman langsung mengikuti gladi di Arek Lancor kota Pamekasan bersama semua penabuh se Madura. Baru istirahat seusai melakukan gladi dan siap-siap melaksanakan sholat jumat, dan istirahat makan siang. Beragam acara baru dimulai sejak jam 14.00 wib dengan di awali oleh Demo dari musik khas Madura yaitu musik dauol dan seni Bela diri yang mengelilingi kota Arek Lancor.

Orang-orang madura adalah “Tipologi Kerja Keras” yang tahan panas dari terik matahari, begitulah sambutan sepatah dua patah kata dari Bupati Kota Pamekasan (Kh. kholilurrahman). Festival Lontar 2011 yang digelar di Pamekasan Disamping diramaikan oleh belasan mahasiswa, kegiatan itu juga menampilkan produk ekonomi tingkat lokal Madura. Dan pada Jum’at sore (08/07), kegiatan itu sebagai acara puncak yang menampilkan music Tok-Tok dari buah siwalan (Ta’al Bahasa Madura) yang ditabuh oleh 2011 orang dari berbagai sanggar kegiatan di Madura. Salah satunya adalah termasuk ukm-f Kesenian DAUN dan seluruh komunitas seni di Universitas TRUNOJOYO Madura yang mewakili dari kabupaten Bangkalan. Penampilan musik tok-tok itu tidak hanya sekedar ditabuh melainkan dengan irama yang asyik serta tari-tarian khas Madura, sehingga yang mendengarkan akan merasa nikmat dan indah.

Music tok-tok yang bersal dari buah siwalan itu adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia bahwa pohon siwalan yang tumbuh subur di Madura memiliki filosofi tersendiri. Karena mulai dari pohon hingga daun dan buah memiliki nama berbeda dan bisa dimanfaatkan semuanya.


Acara ini adalah satu-satunya acara yang pertama kali di adakan di madura bahkan mencatat rekor dunia pada Festival Lontar atau Pohon Siwalan ini. Mengusung budaya lokal yang endingnya pada ekonomi, Pamekasan kota yang mencanangkan musik tok-tok yang terbuat dari pohon lontar dimana ditabuh sebanyak 2011 orang.
Pada juimat kemarin, pamekasan mendatangkan 4 instruktur dari Jakarta dan 60 orang pelatih, yang mengajari 2011 orang penabuh musik tok-tok sebelumnya. Penggelaran beberapa acara seperti, musik daul, lomba foto, lukis, pertukaran budaya Pamekasan dan Ngawi, mengundang investor dari Jakarta dan lain sebagainya. Dalam setiap kegiatan, bertema pohon lontar. Pasalnya, pohon lontar memiliki banyak manfaat, mulai daun hingga akar. Festival pohon lontar ini akan dihadiri Menteri PDT, Pemprov Jatim, Kadin dan Pemkab Pamekasan.