Jumat,26 November 2010 seluruh panitia RODA UKMF- Kesenian Daun disibukkan dengan persiapan calon kader anggota baru di tubuh UKMF-Kesenian Daun Fakultas Pertanian.Di tengah-tengah kewajiban aktifitas mahasiswa menuntut ilmu para panitia meluangkan sedikit waktunya untuk kader-kader penerus generasi bangsa.Cucuran keringat di wajah mengalir begitu deras hingga di bawah telapak kaki panitia dan perserta.Ironisnya cucuran keringat tersebut tak terasakan oleh satupun dari kami.Apakah ini adalah cucuran keringat yang jatuh dari hati yang tulus kami para pemuda penerus bangsa…..??????

Salah satu dari kami ada yang berkata’:keringat kami adalah bentuk bahwa tekad kami bulat untuk kesuksesan acara kami semua,,,ujarnya.Siang pukul 13.00 hujan turun menghujam seluruh kehidupan di daerah bangkalan dan sekitarnya.Kami yang semula akan berangkat ke lokasi tempat diklat sempat terhambat,akan tetapi itu semua tidak mengurungkan tekad kami semua agar sampai ke tempat tujuan tepat pada waktunya.Karena acara selanjutnya telah menenti kami semua di basecamp.

Di tengah-tengah gemulai hujan kami tetap berangkat menuju Desa Jangkar Kecamatan Tanah Merah dengan menggunakan truk ketempat kami bertempur membentuk kepribadian dan jati diri kami.Air hujan yang menyakiti kulit kami,lambat laun tak terasakan sakitnya karena terkalahkan oleh suara canda tawa dari kawan-kawan yang bersenda gurau sambil mengalunkan sya’ir musik lambada.

Sekitar pukul 16.30 kami semua sampai teman teman panitia langsung mempersiapkan tenda tempat tinggal buat adek-adek calon anggota baru.Di tengah pembangunan tenda dan persiapan lokasi,hujan datang kembali menghampiri kami. Akan tetapi hujan turun tidak berlangsung cukup lama.Usai menbangun tenda kamipun beristirahat sejenak guna mengeringkan cucuran keringat yang sedari tadi berebutan keluar dari pori-pori kulit kami.

Tubuh kami terasa tak berjasad,,,,,tapi seandainya bukan kami,lalu siapa lagi yang akan mempedulikan nasib kader penerus bangsa….?

Kami bersantai sejenak dengan menggauli rokok yang di temani dengan segelas kopi hangat agar jasad kami kembali lagi.

Malampun tiba dan acara kami berjalan sesuai dengan apa yang kami harapkan

Pada saat jam menunjukkan pukul 22.00 semua perserta di wajibkan untuk istirahat agar hari esok siap menerima materi selanjutnya,sedangkan para panitia giliran jaga malam bergantian.

malampun berganti pagi………

Acara pagi pun di mulai dengan Olahraga  pagi agar tubuh para peserta sehat saat akan menerima materi yang di berikan oleh pemateri.Acarapun berlangsung dengan lancar tanpa hambatan apapun.Akan tetapi acara kurang terasa lengkap karena Pembina UKMF-kesenian Daun Ibu Catur Wasonowati belum tampak kedatangannya di hadapan kami semua.Rencananya beliau akan datang ketempat kami melaksanakan diklat.Kami semua kesusahan menghubungi beliau karena di tempat kami sangat terpencil dan jauh dari jangkaun sinyal handpone.

Siang kami mendapatkan telefon dari pembina kami yang sering akrab kami panggil dengan sebutan Ibu catur bahwa beliau telah sampai di tanah merah.Kamipun mengirimkan personel untuk menjemput beliau hingga selamat sampai ke tempat basecamp.Kedatangan Ibu catur sangat kami harapkan karena Ibu catur adalah sosok seorang Ibu bagi kami anggota UKMF-Kesenian Daun.Dimana Ibu catur adalah tempat kami mengungkapkan keluh kesah kami tentang masalah organisasi Kesenian Daun dikala kami mendatkan kesusahan.

Kehangatan itu sangat terasa saat beliau berkumpul bersama kami pada saat acara makan siang brerlangsung.Acara makan siangpun terasa seru walaupun makanan yang kami makan tidak se enak dengan apa yang di hidangkan di restaurant-restaurant yang ada.Akan tetapi semua makanan tesebut terlihat dan terasa begitu nikmat Karena Kehadiran beliau di tengah-tengah kami.

Sangat di sayangkan juga karena kehadiran pembina UKMF-Kesenian daun tersebut tidak dapat berlama-lama berkumpul dengan kami.Sore sekitar pukul 16.00 beliau berpamitan kepada kami semua untuk meninggalkan kami karena masih ada urusan dan tugas yang harus di laksanakan.dengan berat hati kami semua merelakan dan mengikhlaskan kepergian Ibunda tercinta  kami dari tempat kami di tepa.

Hingga malam puncak acara yang kami semua tunggu-tunggu tiba,kami semua mencoba menampilkan jati diri dan kepribadian kami yang sejak hari pertama sudah mulai tertanamkan dengan rasa kekeluargaan dan kebersamaan.Penampilan teater,puisi,musik tradisional meramaikan suasana malam di  di tempat yang sunyi itu serasa bagai di tengah-tengah kota metropolis.

Semua peseta bersemangat dalam menampilkan karena mereka di tuntut untuk mengaplikasi apa saja yang mereka dapatkan dari prosesi diklat mulai hari pertama.Pementasan demi pementasan silih berganti bagaikan siang dan malam yang setiap harinya juga silih berganti. Pementasan ditutup dengan penampilan dari para pendiri UKMF-Kesenian Daun dan angkatan pertama yang sangat memikat kami semua, sehingga mata kami yang semula sayup lepas terasa enggan tertutup kembali. Setelah acara pementasan usia tiba waktunya perserta berlabuh ke alam kapuk. Karena acara pembaktisan telah menunggu di sepertiga malam nanti.

Tepat pukul 00.00 Semua peserta di bangunkan untuk bermain-main dengan alam.Dimana tujuan pengkaderan ini berguna agar kita bisa menyatu dengan alam sekitar.Motivasi dan semangat terus-menerus di torehkan kepada anggota baru agar dalam jiwa setiap anggota mempunyai komitmen dalam setiap persoalan yang di hadapinya khususnya untuk UKMF-Kesenian daun.Acara pembaktisan pun berakhir sekitar pukul 03.00 dini hari dan dilanjutkan dengan sumpah anggota baru bahwa akan berjuang demi UKMF-Kesenian Daun Dan menjaga nama baik Almamater kampus kita.

Suara ayampun menyambut pagi,kami semua berkemas-kemas meninggalkan lokasi.Akan tetapi masih ada tugas,yaitu kesja bakti bersama warga setempat membersihkan tempat dimana kami singgahi.Dengan komando dari kepala desa jangkar kami bergotong royong membersihkan kampung tempat kami di tepa.Dan tidak lupa pula kenang-kenangan pahit dan manis yang kami rasakan tidak dapat di tukar oleh apapun itu.Dan guru yang terbaik bagi kami  adalah pengalaman.Setah usai kerja bakti kami berpamitan dengan semua warga yang ada dan tak lupa foto kenangan kami bersama kepala desa dan warga setempat menjadi bukti bisu kami…….

Graha gili permai,12-12-2010

BARACUDA_OF MARABUNTA