VALENTINE ROCK FEST

UKMF VIPER COLLABORATION FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

2012

Sabtu 25/2/12 lalu Viper Collaboration kembali menyelenggarakan satu acara untuk mengawali realisasi program kerja di tahun 2012 dengan kepemimpinan yang baru.

Acara yang diadakan untuk turut memeriahkan bulan Februari ini bertema Valentine Rock Fest. Dimana dalama cara peringatan hari kasih sayang kali ini Viper – C menghadirkan perayaan yang berbeda dengan menghadirkan unsure musik yang cukup keras dan bersemangat.

Antony Maulana yang berperan sebagai ketua pelaksana menggagas suatua cara music keras yang menghadirkan bintangtamu local yang sudah sangat ternama seperti BumiBerputar, Darksidedan Bastard untuk tampil di panggung acara yang ada di GSC . Sementara untuk bintangtamu utama didatangkan dari kota pisang Lumajang. Grup pengusung aliran Death Grind yang di sebut Energrind.

Keseluruhan acara berjalan cukup lancer meski sempat terkendala oleh matinya aliran listrik beberapa jam sebelum acara dimulai sehingga mengakibatkan kemoloran waktu pelaksanaan acara yang dijadwalkan pukul 14.00 menjadipukul 15.30.

Namun meskipun sempat menemui kendala, acara berjalan cukup lancar dan meriah. Dari ke 14 peserta, ada 1 band yang tidak hadir namun ketidak hadirannya segera digantikan oleh band selanjutnya sehingga acara tetap berjalan dengan lancar. Penonton yang hadirpun menikmati berjalannya acara dengan terus berbangerria hingga akhir acara.

Demikianlah sedikit penggambaran suasana Valentine Rock Fest by Viper Collaboration di GSC. Semoga event-event selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Keep Fighting!! (ays).

Informasi Lowongan

INFORMASI

Sehubungan dengan proses migrasi data Sistem Informasi Akademik yang baru, pembayaran SPP tahun ajaran 2011/2012 semester genap diperpanjang sampai tanggal 02 Maret 2012.

demikian harap maklum..

HASIL REKAPITULASI EVALUASI KEGIATAN KEMAHASISWAAN TAHUN 2011

Evaluasi ini dilakukan oleh PD III untuk mengevaluasi selurus kegiatan kemahasiswaan di bawah PD III. Mahasiswa yang mengisi kuisener ini sebanyak 12 orang yang merupakan perwakilan dari DPMF, BEM, HMJ, dan UKMF.

Beasiswa

1. Apakah penerima beasiswa sudah tepat sasaran? (dalam pelaksanaan seleksi penerima beasiswa sudah mendapat pertimbangan dari jurusan dan perwakilan mahasiswa)

2. Apakah program ini bisa menjadi kompetisi internal untuk menjaring mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai kemampuan dalam bakat dan minat terutama bidang olah raga dan seni?

3. Saran : ditingkatkan, jelas, seluruh mahasiswa FP harus tahu, pencitraan lebih kuat lagi, adanya koordinasi tiap-tiap penanggung jawab, perbaikan system PORGAFTA, adanya jaminan, pihak dekanat ikut berpasrtisipasi.

Kegiatan Keikutsertaan dalam Kompetisi Nasional

1. Apakah program ini (PERSIMINAS, POMNAS dikoordinir DAUN dan PORGAFTA) sudah berjalan sesuai dengan yang anda harapkan?

2.    Apakah waktu pencairan beasiswa sudah sesuai? (dalam pelaksanaan diberikan pada saat mendekati regestrasi)

Seleksi Mahasiswa Berprestasi

1. Apakah program ini sesuai dengan tujuan ? (tujuan kegiatan ini adalah  Memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, Memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler sebagai wahana mensinergikan hard skills dan soft skills mahasiswa.)

2. Saran : sosialisasi, seleksi diperketat, tidak adanya batasan angkatan, pelatihan-pelatihan, dan info dipercepat.

Kegiatan Psikotest untuk Mahasiswa

1.    Perlukah kegiatan psikotest dilaksanakan setiap tahun?

2.    Saran :adanya tindak lanjut, wajib untuk mahsiswa semester akhir,.

EXPO Pertanian dan Wirausaha

1.perlukah kegiatan kewirausahaan dilaksanakan setiap tahun?

2. Apakah kegiatan Expo pertanian sudah sesuai tujuan dan mampu mengenalkan jurusan dan organisasi mahasiswa ke mahasiswa baru?

3. saran :2x dalam 1 tahun, jangan 1 hari saja, inovasi acara.

Diklat Kepemimpinan Mahasiswa

(tujuan kegiatan ini mengembangkan spirit leadership mahasiswa sebagai kader organisasi yang profesional, membina keakraban dan persatuan antar organisasi di Fakultas Pertanian)

1. Apakah diklat kepemimpinan mahasiswa yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diharapkan?

2.  Saran :LDK 2X setahun, partisipasi MABA, adanya follow up, adanya tindak lanjut.

Pelatihan PKM AI, GT, dan PKMP, K, M,KC (tujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat penulisan proposal karya ilmiah dengan baik dan benar)

1.    Apakah pelaksanaan diklat/pelatihan ini sudah sesuai dengan tujuan?

2.    Apakah kegiatan ini mampu meningkatkan budaya menulis ilmiah di mahasiswa?

3.    Saran :adanya pelatihan fakultas dan jurusan, tip-tiap HMJ menyetor min. 5 proposal PKM, mengoptimalkan dosen.

LKTI Tingkat SMA (mengenalkan fakultas pertanian kepada siswa-siswi SMA di Jawa Timur)

1.    Apakah pelaksanaan LKTI yang dikoordinir HIMATIPA ini sudah sesuai dengan tujuan?

2.    Apakah kegiatan ini perlu dilakukan ditahun mendatang?

3.    Saran:event Jawa-Bali, tidak adanya timpang tindih acara, adanya koordinasi, dilaksanakan oleh BEM/PENALARAN.

Pemakaian Website

(web Fakultas dan ALUMNI)

1.    Apakah pemakaian website sebagai sarana publikasi kegiatan mahasiswa sudah sesuai dan berjalan baik?

2.    Saran :adanya website/program password, sosialisasi, sekber diberi website, fasilitas organisasi di tingkatkan.

Keuangan

1.    Apakah pembiayaaan dalam kegaiatan kemahasiswaan sudah berjalan dengan baik?

2.    Apakah system pelaporan kegiatan yang sudah dilakukan berjalan dengan baik?

3.    Apakah pelaporan keuangan yang dilakukan PD III sudah transparan?

4.    Saran : adanya pembukaan kerja sama oleh PDIII., lebih baik, selektif.

Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaaan

(kegiatan yang dilakukan BEM, DPMF, HMJ dan UKMF

1.    Apakah masing-masing organisasi sudah mempunyai perencanaan kegiatan selama setahun dengan baik?

2.    Apakah kegiatan yang dijalankan sudah sesuai dengan yang direncanakan?

3.    Apakah kegiatan yang dijalankan sudah sesuai dengan tujuan masing-masing kegiatan?

4.    Apakah perlu penjadwalan kegiatan, sehingga kegiatan tidak menumpuk di akhir tahun?

5.    Apakah evaluasi kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diharapkan?

6. Saran : adanya koordinasi tiap badan kelengkapan, jadwal evaluasi diperjelas, adanya kebijakan fakultas harus jelas, koordinasi antar proker badan kelengkapan.

EVALUASI ORMABA (ORIENTASI MAHASISWA BARU) FAKULTAS PERTANIAN TAHUN 2011

Evaluasi ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan ormaba apakah sesuai yang diharapkan, dan dijadikan bahan untuk perbaikan pelaksanaan kedepan. Isi kuisioner ini dengan obyektif dan jujur. Tidak perlu diberi identitas diri.
1. Apakah pelaksanaan Ormaba Universitas (dengan studenday) sudah sesuai dengan yang anda harpakan?

2. Apakah materi Ormaba Universitas secara keseluruhan (tentang akademik, administrasi, kemahasiswaan) sudah sesuai yang anda harapkan?

3. Apakah waktu pelaksanaan Ormaba Universitas sudah cukup (tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat?

4. Apakah tugas-tugas yang diberikan selama Ormaba Universitas sudah memberikan gambaran tentang kondisi kampus?

5. Apakah pelaksanaan Ormaba Fakultas (dengan studenday) sudah sesuai dengan yang anda harpakan?

6. Apakah materi Ormaba Fakultas secara keseluruhan (tentang akademik(mis tentang: SKS, Kuliah, Praktikum,dll) administrasi(mis: cara KRS, Syarat lulus, pembayaran, dll), kemahasiswaan) sudah sesuai yang anda harapkan?

7. Apakah waktu pelaksanaan Ormaba Fakultas sudah cukup (tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat?

8. Apakah tugas-tugas yang diberikan selama Ormaba Fakultas sudah memberikan gambaran tentang tugas-tugas dalam perkuliahan?

9. Apakah materi tentang dunia pertanian secara umum dalam Ormaba Fakultas sudah memberikan gambaran anda tentang apa, bagaimana dan prospek dunia pertanian?

10. Apakah kedisiplinan dalam kegiatan Ormaba Fakultas sudah tepat sasaran?

11. Apakah pelaksanaan Ormaba Jurusan (dengan studenday) sudah sesuai dengan yang anda harapkan?

12. Apakah materi Ormaba Jurusan sudah sesuai dan tidak mengulang-ulang?

13. Apakah waktu pelaksanaan Ormaba Jurusan sudah cukup (tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat?

14. Efektifkah pelaksanaan Ormaba Jurusan keluar dari lingkungan kampus?

15. Apakah tugas-tugas yang diberikan selama Ormaba Jurusan sudah memberikan gambaran tentang tugas-tugas dalam perkuliahan?

16. Apakah kedisplinan dalam kegiatan Ormaba Jurusan sudah tepat sasaran?

MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN MENDAPATKAN INDONESIA MDGs AWARDS (IMA) 2011

Pusat informasi konseling remaja (PIK-R) CAHAYA merupakan organisasi sosial yang berbasis kepemudaan atau remaja dengan advokasi dari Badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana (BPPKB). PIK-R CAHAYA berlokasi di desa Tugu sumberjo kecamatan Peterongan kabupaten Jombang. PIK-R  CAHAYA bersinergi dan memiliki misi dan visi yang konkrit untuk mencetak remaja yang aktif, sehat dan berkualitas serta jauh dari risiko kenakalan remaja, seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA. Usaha itu diwujudkan dalam berbagai program kerja yang berorientasi terhadap visi dan misi tersebut.

Dalam satu tahun PIK-R CAHAYA hampir memiliki 30 program kerja, beberapa diantaranya sudah terlaksana dengan baik. Namun saat ini kendalanya adalah bagaimana caranaya agar program kerja dapat dinikmati dan diketahui oleh banyak orang remaja khususnya. Sosialisasi secara besar-besaran sudah dilaksanakan dimasing-masing dusun tapi masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan terkait dengan respon remaja terhadap program-program yang dilaksanakan oleh PIK-R CAHAYA. Oleh karena itu kader-kader PIK R CAHAYA mengadakan Rakerdes 2011 dan menghasilkan program baru yakni, SENSUS REMAJA program ini direalisasikan dalam kegiatan mendata remaja perumah di tiap-tiap dusun dan mensosialisasikan kepada masyarakat secara personal. Nilai lebuh dari sensus remaja adalah sisi silaturahim antara masyarakat dengan kader-kader remaja. Data hasil sensus kemudian diolah dan dianalisa dan selanjutnya direkomendasikan untuk mendapatkan konseling, informasi, dan edukasi tentang Kesehatan reproduksi remaja.

Terkait dengan layanan medis yang harus dimiliki oleh PIK-R CAHAYA, maka PIK Remaja CAHAYA bekerja sama dengan PUSKESMAS membentuk sebuah program baru   yang dinamakan “POSYANDU REMAJA”. Program ini dilaksanakan tiap jumat minggu kedua perbulan dengan kegiatan diantaranya pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, konsultasi seputar kesehatan remaja dan diikuti dengan demo pembuatan makanan fungsional untuk dikonsumsi bersama. Motto dari program ini adalah “Jumat hari anti anemia”, karena pada waktu posyandu baik bidanya, kadernya  semuanya mengkonsumsi suplemen penambah darah (Fe) demi mencegah risiko animia.

Akhir tahun 2011 kantor urusan kepresidenan urusan Millenium development goals membuka sebuah moment penghargaan untuk memberikan apresiasi kepada pemangku kepentingan atau innovator yang bersinergi untuk membantu pencapaian MDGs 2015. Acara tersebut bernama Indonesia MDGs awards (IMA) 2011. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh panitia bahwa target dari event tersebut diantaranya adalah organisasi pemuda yang menangani permasalahan nutrisi , penanggulangan HIV/AIDS dan penyakit menular lainya. Maka dirasa PIK-R CAHAYA memenuhi persyaratan tersebut. Seleksi tahap pertama adalah formulir pendaftaran yang berisi deskripsi, tujuan, tindak lanjut, pendanaan, sistim dari program dan didukung dengan laporan hasil kegiatan (profil, dokumentasi, notulen,dsb).

Al hasil pada awal tahun 2012 panitia IMA 2011 merespon aplikasi yang dikirim oleh PIK R CAHAYA dan pada saat itu PIK R CAHAYA dinobatkan sebagai nominator dua kategori yakni innovator permasalahan nutrisi melalui program posyandu remaja dan penanggulangan HIV/AIDS melalui program sensus remaja. 19 Januari 2012 menjadi tantangan sendiri bagi para kader PIK R CAHAYA karena pada saat itu tim juri melakukan kunjungan lapang dari Jakarta ke desa Tugu sumberjo. Pada saat itu dihadiri oleh Diah S.Saminarsih (Ketua pelaksana IMA 2011), Asti (Humas Media centre) dan Ahmad Kholil (Jurnalis majalah nirmala Jakarta). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui lokasi program serta melakukan Monev terhadap pelaksanaan program tersebut.

Reward untuk organisasi yang menjadi nominator adalah mengikuti seminar nasional pencerah nusantara tanggal 31 januari – 1 pebruari 2012 di Balai kartini Jakarta untuk delegasi kader PIK Remaja CAHAYA serta mendapatkan satu boat pameran program yang dilaksanakan oleh PIK R CAHAYA. PIK Remaja CAHAYA mendelegasikan tiga orang kader yakni M Nur Ghoyatul Amin (Ketua PIK R CAHAYA), Mamurotus sadiyah (Konselor sebaya) dan Yeni maryuni (ketua posyandu Remaja). Serta didampingi oleh dua orang Pembina yakni Siti Zulaikhah M.(Bidan desa) dan Sri Widyaningastuti (BPPKB Jombang).

Event seminar di Balai kartini merupakan event yang sangat berkesan karena pada saat itu semua innovator di seluruh Indonesia dikumpulkan untuk bisa saling berbagi pengalaman mengenai yang pernah dilakukan untuk membantu pencapaian MDGs seperti Anis Baswedan,Ph.D. yang berbagi pengalamanya untuk mendirikan yayasan Indonesia mengajar untuk memperbaiki kualitas pendidikan di daerah-daerah yang rawan pendidikan. dan pada event tersebut juga membuka akses networking, karena pada event tersebut dihadiri oleh sektor pemerintahan di seluruh Indonesia dan Perusahaan swasta yang menerapkan konsep Corporate social responsibility.

Event pameran dimanfaatkan oleh PIK R CAHAYA untuk mengekspose program-program yang dilakukan oleh PIK R CAHAYA dengan memajang dokumentasi dan multimedia dengan TV LCD hibah dari BKKBN Provinsi Jawa Timur. Pada acara pameran yang konsepnya tidak pernah dibayangkan oleh teman-teman PIK R CAHAYA membuat kelabakan karena harus mempersiapkan secara mendadak, namun dalam keadaan genting ide akan keluar. Dengan konsep yang sangat sederhana PIK R CAHAYA dapat menarik banyak pengunjung, karena pada saat pameran membuka tes tekanan darah, tinngi badan, berat badan dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja secara gratis dimana kegiatan tersebut sudah biasa dilakukan oleh remaja-remaja PIK R CAHAYA.

Moment “ Malam Penganugerahan” ( 1 Pebruari 2012) menjadi moment yang paling mendebarkan karena pada malam tersebut IMA 2011 memberikan penghargaan kepada para nominator yang berasal dari pemkot, organisasi pemuda/mahasiswa, lsm, dan sektor swasta. Event yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, acara tersebut dihadiri oleh petinggi-petinggi di Indonesia seperti (Prof Budiono (WAPRES), Menkokesra, Menteri PU, Meneg PPPA) dan sebagainya. Dengan kerja keras teman-teman PIK R CAHAYA al hasil PIK R CAHAYA menyambet penghargaan dua kategori sekaligus, yakni Kategori Nutrisi (POSYANDU REMAJA) dan Penanggulangan HIV/AIDS (SENSUS REMAJA) penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Menkokesra (Agung Laksono) dan Menteri PU.

Menurut M Nur Ghoyatul Amin (21) ketua PIK R CAHAYA (Mahasiswa Teknologi industri pertanian Universitas Trunojoyo Madura). Penghargaan yang diterima oleh PIK R CAHAYA dari IMA 2011 merupakan awal dari PIK R CAHAYA untuk selalu mengembangkan dan minimal mempertahankan apa yang telah dicapai oleh PIK R CAHAYA selama ini. Dia berharap dengan penghargaan ini dapat memudahkan akses PIK R CAHAYA di instansi pemerintahan dan sektor swasta dalam rangka networking atau kerja sama untuk mencapai MDGs Indonesia 2015 kedepan. Dari event ini dia ingin memberikan motivasi kepada PIK Remaja di seluruh Indonesia untuk selalu mengembangkan sayap dan memunculkan inovasi-inovasi untuk membantu Indonesia mencapai komitmen tersebut (MDGs 2015). Melalui event ini juga dia ingin menekankan bahwa posisi mahasiswa sangat berperan di Masyarakat terkait dengan pengabdian. Karena mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu organisasi yang telah dipelajari di kampus masing-masing tanpa harus menunggu lulus dari Universitas.

Laporan Tahunan Bidang Kemahasiswaan Tahun 2010

Hasil evaluasi kegiatan kemahasiswaan tahun 2010 menunjukkan, Kegiatan mahasiswa tahun anggaran 2010 ada sebanyak 66 kegiatan (Tahun 2009 ada 41 kegiatan), dengan rincian : 32 kegiatan HMJ (tahun 2009 ada 15 kegiatan),  27 kegiatan UKMF (tahun2009 16 kegiatan), dan 12 kegiatan PD3 (10 kegiatan 2009). Dari semua kegiatan yang termasuk dalam kegiatan akdemik ada 55 kegiatan  (30 kegiatan tahun 2009) dan yang termasuk dalam kegiatan Minat dan bakat 11 kegiatan. Ini menunjukkan bahwa jumlah kegiatan mahasiswa mengalami peningkatan.  Peningkatan ini baik secara kwantitas maupun kualitas, terbukti dengan :

  • jumlah kegiatan yang sifatnya nasional mengalami dari hanya 1 kegiatan menjadi 2 kegiatan. Kegiatan yang sifatnya regional sebanyak 2 kegiatan, Mengikuti kegiatan even nasional sebanyak 7 kegiatan. Mengikuti even regional sebanyak 2 kegiatan.
  • Terjadi peningkatan jumlah proposal yang dikirimkan di program PKM, sebanyak 77 proposal, dan 7 proposal yang lolos didanai DIKTI
  • 1 Proposal lolos dalam even Pekan Ilmiah Nasional ke XXII di Universitas Saraswati.
  • Adanya kegiatan yang melibatkan beberapa organisasi, hal ini menunjukkan sudah ada kerjasama baik antar organisasi, pihak fakultas dan jurusan .
  • Mengikuti program kerjasama pelatihan dengan Telkom (sebanyak 12 orang).

Hasil Evaluasi :

  1. Kegiatan banyak menumpuk akhir tahun, karena penjadwalan kegiatan yang tidak berjalan dengan baik.
  2. Banyak kegiatan yang direncanakan oleh badan kelengkapan Mahasiswa tidak bisa dijalankan.
  3. Prestasi mahasiswa, terutama tingkat nasional maupun regional masih sangat minim.
  4. Kurangnya koordinasi antar lembaga dengan fakultas sehingga beberapa kegiatan tidak berjalan dengan baik.

Tabel 1. Kegiatan kemahasiswaan Tahun 2010

No Organisasi Kegiatan 2010 Waktu Keterngan/ Prestasi Bidang akademik Bidang bakat dan minat
1 DPMF Rapat Kerja 1
2 Evalusi kemahasiswaan 13 Maret 2010 1
3 Pelatihan Teknik Persidangan 4 Desembar 2010 1
4 DPMF (sosialisasi fungsional PPM di Universitas di FT) 10-Apr-10 1
5 BEM Rapat Kerja BEM 1
6 Penanaman Sejuta Pohon untuk Indonesiaku 22-Apr-10 1
7 Kegiatan Bakti dan Analisis Sosial  di Blega 3-6 Juni 2010 1
8 Seminar Lokakaarya Kelestarian Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana 25 Nopember 2010 1
9 Agriculture Performance Award 2010 29 Nopember 2010 1
10 Agriculture Training 19-22 Agustus 2010 1
11 Pelatihan Advokasi Pertanian BEM- ISMPI- Yogyakarta 2-5 Agustus 2010 Mengikuti kegiatan nasional 1
12 HIMAGROTEK Dies Natalis VIII Himagrotek 15- 20 Maret 2010 1
13 Seminar Nasional & Rapat Koordinasi Wilayah IV Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia) 27-29 Mei 2010 Kegiatan Nasional 1
14 Orientasi Mahasiswa Baru Agroekoteknologi 2010  (Imago) 24-26 September 2010 1
15 Musyawarah Umum Mahasiswa Agroekoteknologi 9 Nopember 2010 1
16 Bakti Lingkungan Hidup 2010 20 Nopember 2010 1
17 HIMALA Bakti Lingkungan (save the world today), Pesisir Jumyang Kec. Pademawu, Pamekasan 27 Mei 2010 1
18 Seminar Nasional dan Munas HIMITIKENDO 26-28 Juli 2010 Kegiatan nasional 1
19 Menghadiri kegiatan HIMITIKINDO (Pengembangan Taman Pendidikan bawah Laut dan Budidaya Karang Hias- UNHAS Makassar) 25-28 Nopember 2010 Mengikuti kegiatan nasional 1
20 OMBAK  (orientasi Mahasiswa Baru Ilmu Kelautan) 1-3 oktober 2010 1
21 HIMATIPA Lomba Karya tulis Ilmiah Tingkat SMA 15-Apr-10 Kegiatan regional 1
22 Forum agro Industri Nasional_Brawijaya Mengikuti kegiatan nasional 1
23 Training organisasi Himatipa 5 Juni 2010 1
24 Pelatihan ISO-22000:2005, HACCP, GMP 11 Desembar 2010 1
25 Workshop Kewirausahaan dan Lomba Proposal Kewirausahaan 4-11 Desember 2010 1
26 PROTEIN 2010 (Pengenalan dan Orientasi Mahasiswa TIP) 1-3 Oktober 2010 1
27 Himatipa (pelatihan HACCP Malang) 30 Maret-1 April 2010 1
28 HIMAGRI Musyawarah Kerja POPMASEPI (Univ. Tribuana) 28 Mei 2010 Mengikuti kegiatan nasional 1
29 Musyawarah Wil XV DPW IV POPMASEPI  di Brawijaya 5-10 Maret 2010 Mengikuti kegiatan regional 1
30 Bakti sosial dan Dies Natalies 26-27 Nopember 2010 1
31 Gelanggang Mahasiswa Pertanian Agribisnis (GEMPITA) 2010 27-28 september dan 1-2 Oktober 2010 1
32 Seminar Nasional FKK Himagri -UNS (Himagrotek) Mengikuti kegiatan nasional 1
UKMF
33 FORGAFTA Bupati Cup Futsal competition 16-25 april 2010 Kegiatan regional 1
34 Kompetisi Brotherhood 18-23 Oktober 2010 Mengikuti kegiatan regional, Juara III Taruna Jaya Futsal Competition East Java 2010 1
35 ALIPI Pembinaan buletin, perbaikan kaca mading, pembuatan kotak redaksi, pembelian printer Tiap bulan 1
36 Pendidikan dan Pelatihan Diklat bersama Jurnalistik Lambaga Pers Mahasiswa Universitas Trunojoyo 26-28 Nopember 2010 1
37 Musyawarah kerja Nasional dan Jambore pers Madura (ALIPI) 10-17 Oktober 2010 Mengikuti kegiatan regional 1
38 DAUN Latihan Alam 26-28 Maret 2010 1
39 Roda (Reinkarnasi dan Orientasi Daun 2010) 26-28 Nopember 2010 1
40 MARDIK Pendidikan dan Pelatihan Anggota Diving Club 2010 28-30 Mei 2010 1
41 Expedisi Terumbu Karang dan Latihan Perairan Terbuka 12-14 Nopember 2010 1
42 MARDICUndangan Himitikendo (Kec Liukang Tupabiring_kab Pangkajene_ Makasar) 25-28 Nopember 2010 Mengikuti kegiatan nasional 1
43 PENALARAN Dialog interaktif dan pelatihan penulisan jurnal 13-14 Juni 2010 1
44 Orientasi Anggota baru Penalaran (OABP) 30-31 Oktober 2010 1
45 VIPER C Diklat lanjutan 27-28 Maret 2010 1
46 Viper House Music Request in Kampus 14-Apr-10 1
47 Sexy beautiful in campus with DJ Girl Lya dan DJ Alicia 23 Juni 2010 1
48 Welcome to Maba 2010 King and Queen (The Beauty of Madura Culture) 13 Oktober 2010 1
49 VIPER_Undangan Studi banding (Unesa, Unitomo, Untag) 21-23 Oktober 2010 1
50 Pendidikan dan pelatihan (PLAT V 9) 9 Desember 2010 1
Kegiatan PD3
51 Kegiatan Sosialisasi PKM AI dan GT (LKTM) 1
52 PIMNAS (ITS) Surabaya 20-24 Juli 2010 Lolos ke PMNAS XXII Universitas Saraswati I proposal 1
53 Diklat kepemimpinan 1
54 Mahasiswa berprestasi 1
55 Seminar Soft Skil (kerjasam dengan TIP,Agro, PD I) 1
56 Kegiatan Softskil kewirausahaan mahasiswa 1
57 Seminar Soft Skil psikotest 1
58 Expo Pertanian 1
59 Pembuatan proposal PKM AI dan GT (pembuatan 45 proposal) Mengirim proposal 45 proposal, Didanai 1 proposal 1
60 pembuatan  Proposal PKM (PKMT, PKMP, PKMM) Mengirim proposal 32 proposal , proposal yang didanai 2010 ada 6 proposal 1
61 DIKLAT METODOLOGI ILMIAH 1
62 POMNas 1
63 PESIMINAS 1
64 Seminar Nasional Musyawarah Besar IKA Faperta 2010 13 Maret 2010 1
65 Pembuatan Web ALUMNI 1
66 Mengikuti program Co-op Telkom Group 12 orang 1
55 11

Penerima Beasiswa tahun 2010

Jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa pada anggaran 2010 yang dikelola oleh Fakultas Pertanian mengalami peningkatan sebanyak 181 orang. Tahun 2009 beasiswa yang di kelola oleh fakultas sebanyak 122 orang.  Total beasiswa yang pengelolaannya melalui fakultas Pertanian sebanyak 244.800.000.

Tabel 2. Beasiswa Mahasiswa Fakultas Pertanian.

Rekapitulasi Penerima Beasiswa 2010 di Bawah Fakultas Pertanian
Jenis Beasiswa Sumber Jumlah anak Besar beasiswa
1 BBM DIPA 2010 27 1,600,000 43,200,000
DIPA 2010 14 1,000,000 14,000,000
2 IP Tertinggi DIPA 2010 4 1,600,000 6,400,000
3 Kewirausahaan DIPA 2010 6 1,000,000 6,000,000
4 Kurang Mampu DIPA 2010 30 1,600,000 48,000,000
5 PPA DIPA 2010 60 1,600,000 96,000,000
DIPA 2010 7 1,000,000 7,000,000
6 PPE Aktivis DIPA 2010 7 1,600,000 11,200,000
7 Tugas Akhir DIPA 2010 13 1,000,000 13,000,000
8 BI BI 8 -
9 Supersemar Syayasan Supersemar 5 -
181 244,800,000

PENGUMUMAN

Sehubungan dengan proses migrasi data Sistem Informasi Akademik yang baru, pengambilan KHS dan pemrograman KRS dilaksanakan pada tanggal 20-24 Februari 2012.

siakad baru bisa di akses di:

http://119.252.162.131/gtakademikportal/ atau dari lokal di http://10.1.2.17/gtakademikportal/

demikian harap maklum..

-adminfp-

informasi pekerjaan

Tulisan UPAKARTI untuk Fakultas Pertanian

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PENGEMBANGAN IKM

Oleh: Dr. Mahfud Efendy

Pesisir memiliki peran penting dalam pembangunan nasional ditinjau geopolitik,  geostrategis, ekonomi maupun ketahanan nasional khususnya daerah perbatasan dengan unit terkecil adalah desa pesisir.  Menurut DKP (2006) wilayah pesisir tercatat berjumlah 8,090 desa yang tersebar di seluruh pulau besar maupun kecil. Di dalamnya terdapat sekitar 16 juta jiwa yang tersebar dalam berbagai pekerjaan: 4 juta nelayan, 2,6 juta pembudidaya ikan, dan lainnya sebanyak 9,7 juta. Ironisnya, diantara 16 juta jiwa tersebut, sekitar 5,2 juta tergolong miskin.

Isu kritis dalam pembangunan wilayah pesisir dapat dikelompokan ke dalam lima ranah: ekologi, sosial, ekonomi, agraria, dan geopolitik (Tridoyo, 2008). Pertama, resiko kerusakan ekologis baik yang bersifat alamiah (bencana alam= tsunami, gempa, banjir rob) maupun antropogenik (illegal fishing, pencemaran, abrasi dan kerusakan mangrove). Kedua, isu sosial terkait dengan struktur sosial, budaya, dan politik. Kondisi struktur sosial masyarakat  lebih menguntungkan patron (tengkulak). Ketiga, isu-isu ekonomi umumnya terkait tingginya angka kemiskinan di wilayah ini dan ketergantungan kehidupan ekonomi dari kondisi alam. Keempat, isu agraria yaitu ketimpangan pola kepemilikan dan penguasaan lahan. Isu yang sering muncul adalah tentang status lahan pemukiman, pola penguasaan areal pertambakan, pola penguasaan lahan untuk produksi garam, dan mangrove. Permasalahan utama dalam isu tersebut adalah siapa yang dominan dalam penguasaan lahan-lahan tersebut. Kelima, isu geopolitik dan geostrategis. Wilayah pesisir merupakan beranda terdepan suatu wilayah. Sehingga maju tidaknya suatu wilayah dapat dilihat dari kondisi wilayah pesisir. Secara nasional wilayah ini strategis keberadaannya baik dari aspek politik maupun ekonomi serta ketahanan bangsa.

Terkait isu-isu kritis tersebut, pendekatan pembangunan wilayah pesisir harus berlandaskan pada lima pilar. Pertama, penguatan kapasitas kelembagaan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir sendiri. Kedua, pengembangan enterpreneurship berbasis sumberdaya  lokal. Ketiga, komitmen keberpihakan pemerintah baik pusat maupun daerah terhadap terwujudunya masyarakat pesisir yang berdaya dan mandiri. Keempat, sinergi dan kerjasama dengan mendorong peran swasta dalam wadah kerjasama kemitraan yang menguntungkan. Kelima, pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Pada tataran praktis ekonomi, pemberdayaan masyarakat pesisir tersebut berlandaskan pada upaya pengembangan usaha berbasis komoditi lokal, dikelola secara partisipatif untuk kepentingan semua pihak. Agar sistem tersebut berjalan perlu dukungan dari stakeholder lainnya baik dari pemerintah maupun pihak lain (swasta).

  1. a. Pengembangan IKM Penggerak Ekonomi Daerah

Industri kecil menengah (IKM) merupakan bagian penting pendukung perekonomian nasional, karena peranannya dalam mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonorni melalui misi penyediaan kesempatan usaha dan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat. Industri  dan ikut berperan berperan dalam meningkatkm perolehan devisa serta memperkokoh struktur lndustri nasional.Sebagai gambaran kuantitatif peran sektor IKM,  Pada tahun 2000, sumbangan nilai tambah IKM terhadap total nilai tambah sektor industri baru mencapai 14,3%, tetapi di lain pihak sumbangannya terhadap penciptaan lapangan kerja cukup signifikan, yaitu sebesar 64,6%.

Dalam upaya memberdayakan ekonomi kerakyatan, Kementerian perindustrian mendorong penuh pengembangan IKM dengan fokus pada sektor-sektor pilihan yaitu; (1) Kelompok IKM Penggerak Ekonomi Daerah, (2) Kelompok IKM Pendukung, (3) Kelompok IKM Berorientasi Ekspor, dan (4) Kelompok IKM Inisiatif Baru (Knowledge-based). IKM Penggerak Ekonomi Daerah adalah industri-industri yang mudah ditumbuh-kembangkan di suatu daerah, menimbulkan dampak penggairahan ekonomi daerah secara cepat dan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas, sehingga dapat mempercepat peningkatan penghidupan/kesejahteraan sosial bagi masyarakat daerah yang bersangkutan. Ciri-ciri kelompok industri ini yaitu;

-          Kandungan bahan baku lokal yang tinggi dan mudah diperoleh di wilayah setempat

-          Penguasaan masyarakat terhadap teknologi produksi komoditi tersebut. Hal ini disebabkan masyarakat telah mengenal komoditi dan danteknologi produksinya baik disebabkan faktor talenta maupun pengetahuan lokal/tradisional sebelumnya. Faktor ini sangat penting karena mempermudah transfer/diseminasi teknologi.

-          Sebagian besar produknya terserap pasar lokal/domestik (kendala pemasaran minim)

-          Mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai potensi unggulan daerah

Potensi pasar dikembangkannya kelompok IKM ini sangat potensial dan terbuka lebar, meskipun di masing-masing daerah besarnya peluang bisa berbeda-beda. Hal ini disebabkan masih minimnya pengusaha/investor ataupun anggota masyarakat yang berminat  investasi untuk mengembangkan berbagai jenis industri- industri tersebut. Penyebab klasiknya adalah;

-          Rendahnya akses informasi tentang pasar

-          Belum berkembangnya semangat wirausaha (Sebagian besar masyarakat miskin pesisir berpencaharian sebagai nelayan, buruh/pekerja dengan penghasilan kecil)

-          Kondisi ekonomi masyarakat khususnya permodalan di daerah sangat terbatas, dan kemampuan mengakses permodalan belum relatif minim.

-          Tidak terbiasa mencari pinjaman uang untuk kepentingan produktif/investasi

Padahal fakta empiris seringkali menunjukkan bahwa seringkali image suatu daerah yang belum berkembang (karena lahannya tandus dan miskin sumberdaya alam), kadang dikemudian hari melalui eksplorasi lebih lanjut terkandung potensi sumberdaya yang besar tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Jika ada sentuhan teknologi dan investor, kondisi akan berbalik 180 derajat dari daerah non potensi sepi menjadi daerah buruan investor. Analisis mengenai kondisi spesifik setiap jenis industri/komoditi di setiap daerah ataupun lokasi sentra produksi masing-masing sangat penting dilakukan terlebih dulu dilakukan sebelum disusun strategi, langkah pengembangan, maupun program aksi yang akan dilakukan.

Pengembangan Produk/komoditi  Unggulan disuatu daerah berbasis IKM bertujuan untuk mengembangkan potensi sumberdaya lokal berbasis masyarakat sehingga dapat menjadi mata pencaharian yang menguntungkan dam memberikan sumbangan (share) bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Secara khusus tujuan lain yang ingin dicapai antara lain; (a) meningkatkan produktivitas dan mutu produksi komoditi unggulan (b) meningkatkan ketersediaan dan kualitas sarana produksi untuk menunjang pengembangan komoditi unggulan (c) mengembangkan kelembagaan usaha sehingga dapat menjadi pendorong pengembangan usaha dan peningkatan daya tawar pelaku usaha kecil menengah terhadap pihak lain (d) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha kecil/masyarakat miskin khususnya dan masyarakat di wilayah tertinggal/miskin (e) memacu proses pembangunan kawasan/wilayah tertinggal atau miskin melalui optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya lokal yang berorientasi kepada perolehan nilai tambah yang berdampak positif bagi perekonomian daerah, dan (e) meningkatkan peran serta masyarakat dan memperluas lapangan usaha.

  1. b. Komoditi Unggulan Wilayah Pesisir

Sektor unggulan suatu daerah adalah sektor yang keberadaannya pada saat ini telah berperan besar kepada perkembangan perkonomian suatu wilayah, karena mempunyai keunggulan-keunggulan/kriteria. Selanjutnya faktor ini berkembang lebih lanjut melalui kegiatan investasi dan menjadi tumpuan kegiatan ekonomi. Hal ini didasarkan atas seberapa besar peranan sektor tersebut dalam perekonomian daerah. Penentuan komoditi unggulan bagi suatu daerah haruslah mengacu kepada kriteria- kriteria yang bisa menjadi motor penggerak pembangunan suatu daerah, diantaranya:

-            Komoditas unggulan harus mampu menjadi penggerak utama pembangunan perekonomian..

-            Komoditas unggulan mempunyai keterkaitan ke depan dan ke belakang yang kuat, baik sesama komoditas unggulan maupun komoditas lainnya.

-            Komoditas unggulan mampu bersaing dengan produk sejenis dari wilayah lain di pasar nasional dan pasar internasional, baik dalam harga produk, biaya produksi, kualitas pelayanan, maupun aspek-aspek lainnya.

-            Komoditas unggulan daerah memiliki keterkaitan dengan daerah lain, baik dalam hal pasar (konsumen) maupun pasokan bahan baku (jika bahan baku di daerah sendiri tidak mencukupi atau tidak tersedia sama sekali).

-            Komoditas unggulan memiliki status teknologi yang terus meningkat, terutama melalui inovasi teknologi.

-            Komoditas unggulan mampu menyerap tenaga kerja berkualitas secara optimal sesuai dengan skala produksinya.

-            Komoditas unggulan bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu, mulai dari fase kelahiran, pertumbuhan, puncak hingga fase penurunan. Begitu komoditas unggulan yang satu memasuki tahap penurunan, maka komoditas unggulan lainnya harus mampu menggantikannya.

-            Komoditas unggulan tidak rentan terhadap gejolak eksternal dan internal.

-            Pengembangan komoditas unggulan harus mendapatkan berbagai bentuk dukungan, misalkan dukungan keamanan, sosial, budaya, informasi dan peluang pasar, kelembagaan, fasilitas insentif/disintensif, dan lain-lain.

-            Pengembangan komoditas unggulan berorientasi pada kelestarian sumber daya dan lingkungan

Mengacu kepada kriteria tersebut, Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah menetapkan komoditi garam dan rumput laut sebagai komoditi unggulan di wilayah pesisir. Pemilihan komoditi garam sebagai komoditi unggulan didasarkan pertimbangan sebagai berikut:

-          Garam memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan

-          Kebutuhan (market demand) garam meningkat sepanjang tahun. Meningkatnya permintaan garam nasional disebabkan karena garam merupakan bahan baku industri dan bahan pangan bagi masyarakat Indonesia. Sebagian besar garam yang diproduksi di Indonesia di butuhkan untuk industri CAP (Industri Clor, Alkali Plan/CAP), rumah tangga dan industri pangan, farmasi dan perminyakan. Untuk memenuhi kebutuhan garam nasional yang besar maka dipenuhi dari produksi dalam di negeri dan impor.

-          Pulau Madura dikenal sebagai daerah penghasil dan pemasok garam terbesar di Indonesia. Kebutuhan garam nasional setiap tahun cukup besar dan hampir 70% atau sekitar 1 juta hingga 1,2 juta ton setiap tahun disuplai dari Propinsi Jawa Timur. Rata-rata produksi garam di Madura tidak kurang dari 600.000 ton dengan luas lahan 7.785 hektar.  Luas areal ini meliputi 1.767 hektar di Kabupaten Sumenep, 888 hektar di Pamekasan dan seluas 5.130 hektar di Kabupaten Sampang.

-          Lahan dan iklim di Kabupaten Pamekasan sangat mendukung bagi produksi garam berkualitas. Hal karena ditunjang tekstur tanah dan kondisi iklim yang sangat mendukung produksi garam berkualitas satu.

-          Sebagian besar wilayah sentra garam rakyat di Kabupaten Pamekasan merupakan wilayah kantong kemiskinan. Ketertinggalan wilayah tersebut baik dari SDM penduduk, sulitnya akses terhadap keuangan dan informasi, rusaknya fasilitas infrastruktur menyebabkan masyarakat di sentra garam berada dalam lingkaran ketidakberdayaan.

-          Usaha garam tergolong usaha padat karya (labour intensive) sehingga jika industri garam rakyat dikembangkan selain akan meningkatkan pendapatan petambak garam juga akan menimbulkan multiplier eefct berupa tersedianya banyak lapangan kerja dan mengurangi pengangguran di wilayah pesisir.

Sedangkan pemilihan rumput laut sebagai komoditi unggulan wilayah pesisir didasarkan alasan;

-        Memberikan keuntungan secara ekonomis (feasible)

-        Permintaan pasar (market demand) bagus/prospektif; prospek pasar rumput laut sangat besar dan Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar dunia.

-        Biaya produksinya rendah/dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat nelayan berpenghasilan rendah. Budidaya Rumput laut tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang besar. Pengelolaannya harus ramah lingkungan; Budidaya rumput laut menuntut masyarakat sadar memelihara kelestarian lingkungan laut, karena rusaknya kualitas perairan laut akan menurunkan produksi rumput laut.

-        Masyarakat mengenal komoditi tersebut (untuk mempercepat ‘daya terima’ dan keterikatan masyarakat terhadap budiaya komoditi tersebut); masyarakat pesisir sudah mengenal rumput laut secara turun-temurun meskipun teknologi tradisional.

-        Tidak membutuhkan keterampilan/skill dan kualitas SDM tinggi untuk menjalankan usaha tersebut; Budidaya rumput laut tidak menuntut keterampilan khusus dan dapat dilakukan semua lapisan masyarakat dari segala tingkat pendidikan.

-        Dapat diusahakan sepanjang tahun (tidak tergantung musim); dengan masa produksi 45 hari, Budidaya rumput laut dapat dilakukan 6 kali setahun.

-        Bersifat padat karya (labour intensive): Usaha rumput laut menyerap banyak tenaga kerja terutama kegiatan sortasi bibit, pengikatan bibit, pemindahan bibit ke laut dan panen.

-        Melibatkan semua golongan masyarakat; budidaya rumput laut dapat dilakukan oleh semua kalangan baik tua-muda, laki-laki atau perempuan

Usaha pengembangan rumput laut dan garam selama ini dikembangkan di wilayah pesisir selatan kabupaten Pamekasan. Agar usaha garam dan rumput laut dapat berkembang maka arah Pengembangan industri rumput laut di Pesisir Kabupaten Pamekasan dilakukan dengan pendekatan berikut; (a) Pengembangan rumput laut dilakukan secara integratif dari hulu ke hilir. Pendekatan integratif dipakai agar komoditi ini memiliki nilai tambah tinggi dan minimalisasi resiko usaha. (b) Pendekatan bersifat partisipatif dengan melibatkan semua anggota masyarakat dan dikoordinasikan dalam suatu kelompok usaha (c) Pengembangan usaha memperhitungkan aspek ekologis, agar usaha tersebut dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Pengembangan industri rumput laut secara integratif dilakukan melalui upaya penumbuhan (a) pengembangan pembibitan (b) pengembangan budidaya (d) pengembangan produk olahan berbasis rumput laut (d) pengembangan sarana pendukung (input produksi). Dengan kondisi pertumbuhan dan capaian industri rumput laut sekarang ini, maka arah pengembangan industri rumput laut kedepan yang sangat potensial untuk dikembangkan yaitu industri penepungan rumput laut dan industri olahan ( pangan, kesehatan) berbasis rumput laut. Usaha ini memerlukan invetasi yang lebih besar bari dari segi permodalan, teknologi maupun infrastruktur pendukungnya. Tetapi jika dikelola dengan baik nilai tambah ekonomisnya jauh lebih besar, minim resiko dan peluang pasar sangat menjanjikan.

Pengembangan industri garam rakyat mencakup upaya penumbuhkembangan usaha; (a) usaha produksi garam krosok (b) penumbuhan usaha pupuk aditif garam seperti ADIRAMA (aditif garam madura) maupun ramsol (c) usaha pemurnian garam melalui pencucian (d) usaha produksi garam konsumsi (d) usaha produk samping lain berbasis garam seperti; industri sari air laut (bittern), brom (e) usaha polikultur berbasis lahan tambak seperti bandeng, udang maupun rumput laut tambak. Upaya penumbuhkembangan usaha-usaha baru berbasis lahan tambak garam telah dirintis, diujicoba dan diseminasikan sejak awal 2009. Agenda kedepan pengembangannya adalah upaya menumbuhkan usaha tersebut pada skala industri (bisnis), Penguatan jaringan permodalan usaha dan penguatan jaringan kemitraan usaha.

  1. c. Strategi Pengembangan IKM  di wilayah pesisir

Secara umum upaya pengembangan industri kecil menengah di wilayah pesisir diperlukan strategi pemberdayaan dengan memperhatikan hal berikut:

-          Peningkatan pengetahuan dan pemahaman para pelaku usaha dalam pengmbilan keputusan usaha pada berbagai situasi (kondisi ada kepastian, kondisi ada resiko, kondisi ketidapastian dan kondisi konflik)

-          Peningkatan kemampuan mengenali lingkungan dan menciptakan peluang usaha yang efektif dan prospektif melalui suatu perencanaan bisnis (SDM, Produksi, Keuangan, Pemasaran dan tata kelola organisasi)

-          Menciptakan keunggulan dalam persaingan usaha dengan cara menekan biaya produksi, differensiasi produk dan meneukan relung pasar (nice market) yang kurang dimanfaatkan pesaing dan mengembangkan penguasaan informasi pasar (market intelligence).

-          Memilih dan menjalin kerjasama usaha melalui berbagai jalur kemitraan usaha baik yang permanen maupun sementara. Untuk arah kemitraan usaha yang dikembangkan bersifat backward (pemasok) dan forward linkage (penjual) secara serentak/terpadu.

-          Pengembangan kualitas SDM melalui pemberdayaan (empowerment) aspek profesionalisme usaha (pengetahuan, sikap dan etika bisnis), learning organization dan keterampilan komunikasi

-          Pengembangan kelembagaan usaha melalui pembinaan, diklat, pelatihan dan penguatan modal usaha kelompok

-          Pelestarian nilai-nilai, tradisi dan budaya lokal unggul melalui penyesuaian dengan aspek profesionalisme

-          Pengelolaan usaha secara berkelanjutan

Akhirnya sebagai suatu entitas bisnis secara luas, upaya pemberdayaan IKM di wilayah pesisir tidak akan sukses jika tidak ditunjang faktor pendukung. Kebijakan pemerintah daerah yang kondusif bagi usaha kecil dan amanah memegang komitmen sangat mendukung tumbuh kembangnya IKM. Peran sektor perbankan juga vital peranannya karena memberikan darah segar bagi penguatan permodalan usaha kelompok usaha. Sedangkan keinginan berinvestasi dan komintmen pihak swasta dalam mengembangkan kemitraan usaha dengan pelaku usaha kecil akan menentukan arah perkembangan sektor unggulan wilayah pesisir ini di masa mendatang.

Bagi Kabupaten Pamekasan Tahun 2011 merupakan tahun yang cukup cerah dalam pemberdayaan masyarakat dan usaha kecil di wilayah pesisir. Penghargaan nasional “Adibakti Mina Bahari” yang diserahkan kepada KUB Mitra Bahari Oleh Wapres Budiono Pada Tanggal 10 Desember 2011 di Dumai Riau merupakan bukti pengakuan pusat terhadap keberhasilan penumbuhkembangan kelompok usaha pesisir. Penghargaan  lain yang sangat prestisius yaitu  “Upakarti” yang diserahkan Presiden RI Pada tanggal 5 Januari 2012 di Istana Negara, merupakan bentuk pengakuan terhadap keberhasilan penumbuhan usaha kecil menengah di Kabupaten Pamekasan. Tentu saja keberhasilan-keberhasilan tersebut tidaklah datang dari upaya satu pihak semata. Komitmen, Kerjasama dan sinergi  yang baik berbagai pihak patut diapresiasi atas pencapaian ini.

Apresiasi yang sangat tinggi patut diberikan kepada pemerintah daerah terutama Bupati Dan Wakil Bupati dan jajarannya yang kuat kepeduliannya terhadap pembangunan wilayah pesisir. Penghargaan yang tinggi patut disampaikan kepada Bank BRI Pamekasan yang memberikan kepercayaan dan dukungan permodalan usaha terhadap kelompok-kelompok usaha di wilayah pesisir. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diluncurkan BRI ke kelompok-kelompok usaha selama ini amat membantu kesulitan pelaku usaha dalam akses permodalan. Kedepan komitmen dan dukungan berbagai pihak sangat diharapkan lebih kuat dan positif. Penghargaan bukanlah tujuan akhir, tetapi pemacu semangat dan ikhtiar kita semua dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih makmur, mandiri dan sejahtera.